Daftar Nama Pensiunan Calon Pemilik Klub Inggris

Legenda Arsenal Dennis Bergkamp bergabung dengan mantan pemain Manchester United Henrik Larsson, mantan pelatih Everton Ronald Koeman dan ikon Liverpool Dirk Kuyt untuk mencoba membeli klub di Liga Inggris.

Pelatih Derby County, Philip Cocu juga berencana untuk membeli klub tanpa nama setelah gagal mengakuisisi sebuah klub tahun lalu. Bergkamp dan banyak pensiunan sepak bola lainnya mencoba membeli klub kasta ketiga Wycombe Wanderers tahun lalu, namun penyelesaiannya sulit menemui titik temu.

Dengan banyaknya klub memiliki kesulitan keuangan disebabkan wabah COVID-19, disinyalir tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membeli klub di Liga Inggris dengan harga murah.

Agen pemain asal Belanda, Rob Jansen, merupakan eksekutif dari Wesserman Media Group, di mana banyak membantu penyelesaian pembelian klub. Wesserman sendiri merupakan industri olahraga terbesar kedua di dunia, memiliki nilai £ 3.2 miliar atau setara Rp 57,6 triliun. Menurutnya, dalam masa krisis ini, banyak harga jual klub menjadi lebih murah, ditambah permasalahan internal klub karena wabah COVID-19.

Tantangan Pemilik Klub

Setelah dibeli pun, investasi sebenarnya tidak berhenti sampai di situ saja. Jika ingin merombak struktur manajemen dan pemain maka diperlukan modal besar untuk memberikan pesangon dan nilai kontrak baru untuk merekrut anggota yang lebih baik. Belum lagi jika klub ingin meningkatkan fasilitas latihan sampai dengan akademi pemain muda yang memiliki standar lebih tinggi. Jaringan pemantauan pemain harus diperluas dan ini berarti merekrut lebih banyak pemantau pemain dengan beban biaya gaji total yang lebih besar.

Namun, ada potensi untuk melakukan pinjaman ke bank dan ini bisa saja dilakukan asalkan strategi yang diterapkan matang. Jika tidak, risiko bisa berakhir dengan kebangkrutan klub. Tentunya pengalaman pemain bintang tersebut bisa sangat membantu walaupun tetap harus menerima pendapat dari manajemen karena ada banyak hal kompleks yang harus dipertimbangkan sebelum membuat sebuah keputusan.

Ekspansi stadion bisa menjadi langkah selanjutnya, walaupun hal ini sangat riskan diterapkan di tim yang berlaga di kasta ketiga Liga Inggris.

Potensi Keuntungan

Kelima pensiunan pemain bola tersebut sudah menyiapkan modal besar sejak bermain untuk membangun klub yang bisa menjadi kian besar di tanah Inggris. Potensi modal yang ditanamkan, jika bisa naik ke divisi Championship saja, keuntungan bisa berlipat-lipat. Dan hal ini sudah menarik banyak pihak untuk mengakuisisi klub-klub sepak bola yang potensial. Contohnya saja David Beckham yang baru saja membeli Inter Miami CF yang berlaga di kasta tertinggi Amerika Serikat.

Jika kita lihat tim-tim yang pernah berlaga di kasta ketiga Liga Inggris, ada nama Leicester City yang pada musim 2008-2009 masih berada di League One, Wolves pada 2013-2014, Sheffield United pada 2016-2017, Burnley pada 1999-2000, Brighton pada 2010-2011 dan Norwich City 2009-2010. Jika kita perhatikan tim di zona relegasi seperti Norwich City pun, kini memiliki nilai 132,5 juta Euro atau setara Rp 2,1 triliun. Nilai ini jauh meningkat dari rerata 3 juta Euro untuk sebuah tim di kasta ketiga Liga Inggris.

Belum lagi jika kita berbicara Leicester City yang baru promosi ke divisi Championship pada 2009 kemudian naik ke Liga Premier Inggris. Kini mereka sudah berhasil merangkul trofi liga dan bermain di kancah eropa. Tentunya nilainya jauh di atas Norwich City dan dengan melihat potensi seperti ini, tidak hanya pensiunan pesepakbola, ada banyak investor dan bisnis yang terus memantau klub-klub di kasta ketiga untuk bisa ditransformasikan menjadi Leicester City atau Norwich City selanjutnya.