Athletic Bilbao Dan Kebijakan Transfer Klub

Sejak 1912, klub asal Spanyol Athletic Bilbao memiliki aturan tak tertulis di mana klub hanya akan membeli pemain yang lahir di negara bagian Basque, atau lulusan akademi mereka. Aturan ini terkait budaya Basque dan mendapatkan banyak dukungan karena berarti akan menggunakan talenta mereka sendiri. Walaupun juga ada banyak kritikan yang datang, terutama di masa-masa sulit klub tersebut.

Deretan Pemain Muda

Chelsea menggelontorkan 71 juta Pounds untuk bisa membawa Kepa Arrizabalaga ke London, di mana melebihi rekor transfer untuk seorang penjaga gawang, yang sebelumnya dipegang Alisson. Memang ada pengaruh dari kebutuhan Chelsea akan seorang penjaga gawang setelah Thibaut Courtois pindah ke Real Madrid. Namun, hal ini tidak lepas dari negosiasi berat yang dilakukan klub Athletic Bilbao saat ada klub yang ingin meminang pemain mereka.

Dengan aturan transfer klub mereka, pastinya target transfer sangat terbatas, dan ini menjadikan sulitnya bagi Athletic Bilbao untuk menjual pemain yang mereka miliki. Uang yang masuk pun tidak bisa dimanfaatkan untuk membeli pemain yang baru dengan kualitas yang sama. Karena itulah harga pemain yang berasal dari Bilbao bisa melonjak berkali-kali lipat dari nilai aslinya dan ini bukan yang pertama kali.

Pada 2012, Bayern Munchen diharuskan membayar lebih dari 30 juta Pounds untuk membawa gelandang internasional Spanyol, Javi Martinez ke Jerman. Nilai tertinggi bagi klub Bavaria tersebut.

Diikuti dengan nama Ander Herrera dengan biaya transfer 30,5 juta Pounds ke Manchester United. Tetangga Manchester United, Manchester City juga tidak ketinggalan memboyong talenta Basque, di mana Pep Guardiola tertarik dengan bek andal Aymeric Laporte dengan biaya 57,2 juta Pounds, nilai paling tinggi kedua dalam sejarah transfer pemain bertahan.

Nama Iker Muniain yang sudah lama disorot banyak klub di Eropa, sejak tahun 2012 yang lalu, tinggal menunggu saat yang tepat, sampai Liverpool atau Manchester City memenuhi nilai jualnya yang mencapai 36 juta Pounds.

Pemain muda lainnya yang layak disorot adalah pemain cepat Inaki Williams, yang memiliki nilai jual mencapai 108 juta Euro. Sebuah nilai fantastis bagi pemain berusia 25 tahun ini.

Generasi Emas

Tentunya penggemar bola masih ingat akan aksi generasi emas Bilbao di bawah arahan Marcelo Bielsa di tahun 2012. Nama pemain muda potensial seperti Muniain, Herrera sampai Javi Martinez, menjadi andalan di belakang striker timnas Spanyol, Fernando Llorente. Penyerang yang sedang di puncak permainannya waktu itu, sangat andal di udara, bisa mencetak gol dari kedua kakinya, sampai bisa bekerja sama dengan baik bersama pemain tengah. Llorente memimpin tim untuk berlaga di La Liga, Copa del Rey sampai Liga Eropa. Sayang, usaha keras di musim tersebut hanya berbuah peringkat 10 La Liga, dan dua runner up di Copa del Rey dan Liga Eropa.

Di tahun berikutnya, muncul nama-nama talenta lainnya seperti Mikel San José, Borja Ekiza sampai Markel Susaeta, dengan kapten Andoni Iraola dan F. Amorebieta di puncak permainannya. Namun, kegagalan di laga final tampaknya sangat kentara, di mana di tahun tersebut Javi Martinez pindah ke Bayern Munchen, F. Llorente bersikeras pindah ke Juventus dan kegagalan pembelian potensial dari Mikel Arteta dan Aritz Aduriz di mana keduanya berasal dari Bosque.

Andaikan saja pemain-pemain akademi mereka bisa bertahan, saat ini bisa dibilang Athletic Bilbao bisa menjadi salah satu tim paling diperhitungkan di seantero Eropa.