Warisan Messi Untuk Barcelona

Sebagian pengamat membandingkannya dengan legenda sepak bola seperti Pelé, Diego Armando Maradona, Johan Cruyff atau Franz Beckenbauer. Sebagian yang lain menempatkannya satu tingkat di atas mereka. Gol-gol yang berhasil diciptakan, termasuk dampak yang diberikan selama membela Barcelona, menghasilkan 34 gelar, dan juga kesetiaannya bagi kaos yang dipakainya menempatkan dirinya di puncak dunia sepak bola. Barcelona sudah bisa mulai membedakan sejarah sebelum dan sesudah Messi bergabung dengan kesebelasan mereka.

Pada Oktober 2004, Messi mulai perjalanan kariernya bersama Barcelona dan hari ini, 15 tahun dan 600 gol setelahnya, kita tidak hanya menonjolkan angka dan kemampuannya di atas lapangan saja. Namun, juga tentang loyalitas saat ia berhasil meninggalkan warisan di klub Katalan ini. Sama halnya seperti yang dilakukan Steven Gerrard di Liverpool atau Francesco Totti di Roma, dua pemain yang tidak pernah bermain di klub berbeda di tanah Eropa. Jika Anda ingin melihat daftar odds terkini dari pertandingan-pertandingan liga top Eropa,  bisa kunjungi halaman di sini.

Ditambah lagi loyalitas Messi sudah terbukti, dengan menolak membela Spanyol untuk bisa memenangkan lebih banyak gelar di tingkat internasional. Namun, lebih memilih tanah kelahirannya, Argentina. Walaupun ada banyak kritik terhadapnya di pentas internasional, hanya berhasil memenangkan gelar U20 dan medali emas di Athena 2004 bersama timnas Argentina.

Saat kapten timnas Argentina tersebut menembus tim utama Barcelona, di lain pihak Real Madrid memimpin perolehan gelar, 72 berbanding 61 dari Barcelona. Namun, jika kita lihat sekarang, jarak antara keduanya sudah berbalik. 15 tahun selanjutnya, Barcelona berhasil memimpin dengan 95 gelar berbanding 91 atas Real Madrid. Ketajamannya sudah terbukti saat di usianya yang baru menginjak 18 tahun, ia sudah berhasil mencetak hattrick ke gawang Iker Casillas dalam derby El Classico atas Real Madrid.

Sekarang ia sudah dipandang menjadi legenda Barcelona sekaligus legenda dalam sepak bola modern pada umumnya. Di mana ia sudah berhasil memenangkan gelar pemain terbaik dunia sebanyak 6 kali. Terbanyak dalam sejarah sepak bola.

Di masa seperti sekarang ini, di mana ada banyak pergantian klub bagi seorang pemain menjadi sebuah hal yang normal, Messi tetap tinggal di Barcelona. Walaupun situasinya berbeda dibandingkan dengan Argentina, di mana sebuah hal yang mudah untuk menetap di Barcelona dikarenakan struktur yang baik, dan sesuai dengan gaya permainan Messi. Bahkan juga Messi tetap tinggal walaupun dikalahkan AS Roma 3-0 beberapa tahun ke belakang dan kritik mulai diarahkan pada diri Messi karena kurangnya kepemimpinan dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo, yang sudah berhasil menjuarai Piala Eropa.

Sebelum era Lionel Messi, ada era Ronaldinho yang hanya berlangsung selama beberapa tahun saja. Namun, kedua pemain ini berhasil membawa kembali Barcelona ke puncak permainan Barcelona di tanah Spanyol dan Eropa. Sebelum kedua pemain ini muncul, Barcelona hanya mampu meraih 1 gelar Eropa, yaitu pada tahun 1992 saat mereka menang final Sampdoria. Namun, sejak kemunculan Messi di tim utama Barcelona, tim tersebut berhasil merangkul kuping bundar pada tahun 2006, 2009, 2011, dan 2015.

Dalam masa tersebut tentu ada banyak pihak lain yang ikut memberikan dampak besar bagi kejayaan Barcelona selama satu dekade silam. Seperti masa kepelatihan Guardiola, pemain akademi La Masia sampai performa Ronaldinho. Kehilangan peran-peran pendukung ini memiliki pengaruh yang berarti, tetapi Messi mampu seorang diri menjaga performa Barcelona untuk tetap bersaing sebagai klub nomor 1 di Eropa. Pantas kita saksikan bagaimana peran Messi bisa digantikan di tengah krisis keuangan klub yang saat ini menerjang Barcelona.