Siapa Yang Bisa Menjegal Liverpool?

Setelah hanya berhasil ditahan seri satu kali saat tandang ke Old Trafford dua minggu lalu, Liverpool berhasil menang dalam 9 pertandingan lainnya. Pekan lalu mereka pun berhasil melibas Tottenham Hotspur 2-1 di Stadion Anfield. Sekiranya sulit bagi satu tim pun di Liga Premier Inggris untuk menahan momentum mereka saat ini.

Tiga tim yang menguntit Liverpool pekan ini di klasemen Liga Inggris mulai dari Manchester City, Leicester City dan Chelsea. Saat ini ketiganya tertinggal 6 sampai 8 poin dari Liverpool. Jarak yang cukup lebar jika kita lihat baru dari 10 laga yang sudah mereka lalui. Jika kita kalikan dengan 38 pertandingan total di liga, bisa jadi jarak menjadi 24 poin. Di mana menjadi rekor jika kita bandingkan saat Arsenal juara Liga Inggris 2003/2004 dengan 90 poin dan di posisi kedua Chelsea dengan 79 poin.

Peran trio penyerang Liverpool

Solidnya performa Liverpool musim ini tidak lepas dari peran trio Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane. Sehingga barisan pertahanan mereka pun bisa lebih fokus. Hasilnya Virgil Van Dijk bisa lebih disiplin di belakang ditemani Dejan Lovren, T. Alexander Arnold dan A. Roberson.

Gaya permainan cepat dari kaki ke kaki dengan umpan pendek merupakan khas dari Juergen Klopp bersama Borussia Dortmund. Yang berhasil dibawa ke Liverpool dan sangat cocok dengan individu cepat seperti Mane dan Salah yang memiliki kecepatan tinggi seperti Marco Reus dan Mario Gotze dahulu kala. Ditambah, peran Roberto Firmino sebagai false nine alih-alih sebagai penyerang murni, memberikan kesempatan bagi dua pemain sayap mereka untuk masuk ke tengah dan lebih memiliki banyak peluang untuk mencetak gol lewat permainan cepat.

Dengan penerapan taktik seperti ini, selayaknya Atletico Madrid, mereka bisa solid bertahan, dan tidak membutuhkan banyak pemain untuk bisa menciptakan peluang. Kecepatan dari 3 pemain depan sudah cukup untuk memporak-porandakan 6 pemain bertahan yang dipasang tim lawan. Walaupun T. Alexander Arnold, A. Robertson sebagai bek tetap bisa overlap jika dibutuhkan. Sedangkan pemain tengah berfungsi sebagai penyeimbang. Jordan Henderson, Fabinho dan G. Wijnaldum diharapkan untuk berlari mengisi ruang-ruang kosong yang ditinggalkan trio penyerang mereka.

Juergen Klopp

Dinasti Klopp di Liverpool memang membawa warna baru dalam sejarah klub. Musim lalu mereka berhasil memenangkan Liga Champions dan titel juara Liga Inggris secara bersamaan. Ini tak lepas dari usaha Klopp dalam beberapa musim ke belakang jika kita lihat mampu menciptakan konsistensi dalam gaya permainan yang tegak lurus dengan hasil yang produktif.

Puncak performa musim lalu diprediksi mampu dipertahankan musim ini, melihat perjalanan peningkatan performa yang konsisten sejak ia menjabat. Solid secara taktik, strategi, transfer pemain, dan mentalitas pemain menjadi kunci dari gaya kepelatihan Klopp selama mengemban tanggung jawab sebagai pelatih kepala di Liverpool.

Sulit kiranya melihat pengganti Klopp yang mampu meraih hasil serupa setelah lama jatuh bangun untuk berhasil kembali bangkit sekian lama setelah menjuarai Liga Champions pada 2005 dan kembali ke final pada 2007.

Baru dalam kepelatihan Klopp, Liverpool mampu kembali bangkit dengan peningkatan performa secara konsisten sejak 8 Oktober 2015 lalu. Terlihat dari rentetan kemenangan dalam 12 kali dalam 14 pertandingan pertama sejak ia dikontrak. Apalagi dengan kemenangan atas Tottenham pekan lalu, berarti kemenangan ke 100 nya dari 181 pertandingan bersama Liverpool.