Raja Assist: Kevin De Bruyne Dan Manchester City

Playmaker Manchester City, Kevin De Bruyne, mendapatkan pujian dari pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez atas kemampuan unik yang dimilikinya. Ia mengatakan pekan lalu bahwa ia belum pernah melihat seorang pemain kreatif seperti De Bruyne sebelumnya.

Performa di Manchester City

Bersama Wolfsburg, pemain 28 tahun ini mampu menarik banyak perhatian klub papan atas, termasuk Manchester City di mana kemudian sang pemain mampu berada di puncak performa dalam karier sepak bola.

Di musim 2017/2018 di mana Manchester City merangkul gelar juara dengan 100 poin, De Bruyne mampu berkontribusi dengan capaian 8 gol dan 16 assist. Ia mampu menjadi jantung serangan bagi Manchester City, terutama dalam laga-laga besar melawan Chelsea, Arsenal, Leicester City, Tottenham Hotspur dan lainnya. Terutama saat City mengalahkan Liverpool 5-0, Stoke City 7-2 dan 3 assist saat mengalahkan Leicester City 5-1.

Walaupun sering berkutat karena cedera musim lalu, ia berhasil memberikan 2 trofi bagi klub dan peringkat 3 bagi timnas pada 2018. Apalagi sejak pulih dari cedera ia tampak memberikan performa satu tingkat lebih baik dengan total 9 assist, terbanyak di Liga Premier Inggris. Jika dibandingkan dengan peringkat kedua, salah satunya rekan satu tim di Man City, David Silva di mana hanya mampu menorehkan 4 assist musim ini.

Talenta Kevin De Bruyne

Bersama Roberto Martinez yang menjadi pelatih tim nasional Belgia, Kevin merupakan salah satu pemain andalannya. Ia sering berganti peran mulai dari gelandang bertahan sampai peran penyerang tunggal. Kemampuan adaptasi De Bruyne dalam beberapa posisi sekaligus sangat menguntungkan tim manapun yang ia bela, apalagi tim nasional di mana jumlah pemain berbakat dalam setiap posisi sangat terbatas.

Martinez juga memuji kemampuan mendikte tempo seperti yang diperagakan De Bruyne. Kebanyakan playmaker akan memperlambat tempo permainan dengan berfikir lebih lama dalam membangun serangan, namun ia mampu melihat celah dan mengumpan bola yang tidak terpikirkan orang lain.

Terlebih ditambah kemampuan teknik dan fisik yang mumpuni, ia dapat mengaplikasikannya dalam skema permainan Manchester City. Operan terobosan bola yang berdasarkan pergerakan bola, dan bukan dari kaki ke kaki. Ini memberikan mereka kelebihan dalam memanfaatkan ruang di barisan pertahanan lawan. Umpan dari Kevin De Bruyne dapat sangat akurat, dan ini dimanfaatkan Guardiola dalam skema pembangunan serangan yang rapi.

Kevin De Bruye memiliki segalanya sebagai seorang pesepakbola, kecepatan, fisik prima, teknik luar biasa, sangat baik dengan kedua kakinya, mampu mengeksekusi tendangan bebas, kreatif, dan menjadi pemimpin di lapangan tengah Manchester City.

Kontrak Pemain

Kevin De Bruyne menyatakan pada media pekan lalu bahwa ia merupakan salah seorang penggemar berat dari klub Liverpool. Terutama penyerang legendaris mereka, Michael Owen. Namun ia tetap harus profesional sebagai pemain Manchester City, terlebih Liverpool dan klubnya adalah rival dalam perebutan gelar Liga Premier Inggris dalam beberapa musim terakhir.

Mengejutkannya, di pekan lalu, saat dikalahkan Liverpool, Kevin De Bruyne terlihat sedang berbicara dengan Moh Salah dan Juergen Klopp di ruang ganti pemain. Bisa jadi ini mengisyaratkan tanda-tanda kepindahannya ke Anfield musim depan. Apalagi setelah berhasil sukses dengan banyak gelar musim lalu, dana transfer bukan lagi menjadi masalah bagi tim sekaliber Liverpool.

Seperti yang kita tahu, Moh Salah adalah rekannya di Chelsea selama semusim. Apalagi peran dari Klopp yang lebih dewasa dibandingkan Guardiola sebagai pelatih, dapat menjadi daya tarik bagi semua pemain, termasuk Kevin De Bruyne.

Kontrak sang pemain sudah diperbaharui hampir 2 tahun yang lalu pada Januari 2018 yang berdurasi 5 tahun sampai 2023.