Prediksi Perjalanan Manchester United Musim Ini

Prediksi Liga Premier Inggris: posisi 5

Prediksi Liga Eropa: babak perempat final

Prediksi Piala Liga: babak perempat final

Nemanja Matic

Isu penurunan performa Manchester United didengungkan pertama kali oleh pemain cadangan Nemanja Matic. Di mana ia menyalahkan Ole Gunnar Solksjaer atas menurunnya performa Man United musim ini, terutama atas performa tim di liga.

Memang kritik ini sangat pribadi, mengingat ia baru diturunkan selama 160 menit sepanjang musim sebagai pemain pengganti. Ironisnya, setiap Matic bermain sebagai starter, Man United kalah di liga dengan skor 1-0 dan 2-0.

Ia berpendapat bahwa seorang pelatih haruslah memilih pemain untuk merumput, yang benar-benar memberikan 100% demi kepentingan tim. Sepanjang musim ini, Solskjaer memilih untuk menggunakan jasa Scott McTominay untuk berpasangan dengan Paul Pogba di daerah tengah formasi United.

Matic berulang kali mengatakan bahwa ia menghormati keputusan tersebut, dan ingin membuktikan kepada pelatih asal Norwegia itu bahwa ia mampu untuk menunjukkan performa yang dibutuhkan tim saat ini.

Penurunan performa musim lalu

Man United sendiri terakhir kali memenangkan gelar liga pada tahun 2013 lalu sebelum Alex Ferguson pensiun. Di musim ini, Man United berkutat di posisi ke 8 liga, jauh dari potensi sebenarnya tim yang diisi pemain bintang dan juga barisan manajemen terbaik di Inggris.

Musim lalu, setelah rentetan hasil buruk dan tekanan dari fans, Jose Mourinho harus rela didepak untuk digantikan oleh pelatih sekarang, Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember 2018. Performa liga memang meningkat, namun jika kita lihat secara fundamental, yang diperlihatkan Pogba cs. cukup angin-anginan.

Jika kita bandingkan dengan musim sebelumnya, Man United sampai akhir musim hanya berhasil mengumpulkan 66 poin dan berada di posisi ke 6, dengan statistik 19 kali menang, 9 kali seri dan 10 kali kalah. Jumlah gol yang berhasil dicetak sebanyak 65 dan kebobolan 54.

Di Piala FA, mereka hanya mampu mencapai babak perempat final setelah disingkirkan oleh Wolves. Bahkan Piala Liga hanya di ronde ke 3 di mana dikalahkan oleh Derby County. Di Liga Champions pun mereka juga tereliminasi di babak perempat final oleh PSG. Musim ini bisa menjadi lebih mudah, dengan tantangan internasional yang mereka ikuti hanya di Liga Eropa saja.

Ironisnya, pencetak gol terbanyak mereka muncul dari pemain tengah, Paul Pogba yang berhasil mencetak 13 gol di liga, atau 16 gol di seluruh kompetisi.

Nama-nama seperti R. Lukaku mencetak 15 gol, A. Martial mencetak 12 gol dan M. Rashford mencetak 13 gol. Setelah Lukaku pindah ke Inter, diharapkan Martial dan Rashford bisa menanggung beban yang ditinggal Lukaku dan menjadi lebih produktif jika ingin Manchester United bersaing di papan atas kompetisi musim ini.

Prediksi performa musim ini

Man United yang saat ini berada di posisi 8 klasemen dengan 8 poin, harus segera berbenah. Statistik saat ini, Man United hanya berhasil menang 2 kali dan seri 2 kali. Bahkan mereka sudah kalah 2 kali dari Crystal Palace di kandang, dan saat tandang ke West Ham pekan lalu.

Jika kita memperhatikan formasi yang digunakan saat kalah dari West Ham, 4-2-3-1 dengan Andreas Pereira dan D. James yang merupakan pemain muda, Solskjaer tidak punya pilihan setelah A. Martial cedera berkepanjangan.

Luke Shaw juga masih cedera sehingga eks pemain Aston Villa yang biasa bermain sebagai pemain sayap, Ashley Young, dimainkan sebagai bek kiri. Memang Young bisa dimainkan di posisi tersebut, namun lebih dalam formasi yang digunakan Louis van Gaal dalam formasi 3-5-2.

Kurangnya pemain utama karena cedera, dikombinasikan dengan banyaknya pemain baru yang menggantikan pemain utama musim lalu yang keluar seperti Lukaku dan A. Sanchez, Man United akan kesulitan untuk menunjukkan konsistensi, terutama dalam semua kompetisi yang mereka ikuti.

Kabar baiknya, hal serupa juga ditunjukkan Tottenham Hotspur dan Chelsea. Sehingga diharapkan Man United masih bisa diberikan harapan untuk bersaing di posisi 4 sampai 6, namun rentan untuk tereliminasi di fase knock out.