Pengaruh Pandemi Covid-19 Pada Pertandingan Olahraga dan Industri Taruhan

Saat pandemi Covid-19 merebak seperti sekarang, kita akan khusus melihat bagaimana dampaknya secara signifikan pada gelaran berbagai pertandingan olahraga dan industri taruhan di seluruh dunia.

Sepak bola

Saat Covid-19 baru merebak, pemerintah Inggris mengambil kebijakan untuk tidak menghentikan semua perkumpulan publik, walaupun mendapatkan banyak kritik. Termasuk Liga Premier Inggris di mana diharapkan tetap berjalan dan memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengunjungi stadion.

Namun, semua ini berubah sampai pelatih kepala Arsenal, Mikel Arteta secara positif terkena virus Corona, diikuti oleh pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Sejak saat itu, petinggi Liga Inggris melakukan pertemuan darurat untuk membahas rencana ke depan, dengan harapan tinggi agar liga paling tidak hanya berakhir dengan penundaan sementara.

Serie A Italia tampak lebih parah, dengan banyaknya kasus yang muncul di sana, dengan jumlah korban paling banyak di Eropa. Liga Italia mulai ditunda setelah pemain Juventus, Daniele Rugani dan pemain Sampdoria, Manolo Gabbiadini keduanya keluar hasil positif terjangkit Corona.

UEFA juga berkemungkinan besar akan menunda gelaran Piala Eropa 2020 sampai tahun depan.

Olahraga Lain

Gelaran pacu kuda di Irlandia tetap dijalankan, tetapi stadion akan ditutup bagi penonton. Hal ini juga diterapkan di kompetisi Prancis, Hongkong, Jepang sampai Dubai.

Untuk Laga UFC antara Justin Gaethje melawan Tony Ferguson dalam pertarungan UFC 249 akan diselenggarakan pada 18 April nanti. Di mana Presiden UFC, Dana White disinyalir akan menyiapkan pulau pribadi sebagai lokasi pertarungan nantinya.

NBA sendiri menunda musim mereka karena takut akan meluasnya dampak virus Corona setelah pemain Utah Jazz, Donovan Michell positif terjangkit Covid-19. Tes ini dilakukan sebelum sang pemain melawan Oklahoma City Thunder yang seharusnya diselenggarakan pada 12 Maret lalu akhirnya ditunda. Keputusan ini keluar setelah mengevaluasi ancaman Covid-19 terhadap kesehatan publik, karena itu dengan ditundanya musim NBA kali ini diharapkan bisa mengurangi penyebaran pandemi dan akan mengevaluasi ulang setelah keputusan diambil oleh institusi yang lebih tinggi.

Di cabang Tenis, berbagai kompetisi seperti Fed Cup dan ATP Tour sudah dilakukan penundaan. Di mana seharusnya babak Final Fed Cup diselenggarakan di Budapest pada 14 sampai 19 April. Kemungkinan akan dipindah ke Hungaria untuk waktu yang belum ditentukan.

Gelaran Formula 1 sendiri mengalami penundaan yang seharusnya diselenggarakan di Melbourne, Australia setelah pembalap dan tim bersatu untuk menekan bos Formula 1, Maret silam. Terutama setelah anggota tim McLaren ditemukan terjangkit virus Corona, dan juga dua anggota tim Haas Formula 1 mendapatkan hasil positif tidak lama berselang.

Dampak Pada Industri Taruhan

Pandemi virus Corona memiliki dampak besar terhadap industri taruhan. Perusahaan taruhan dan media olahraga yang selama ini mengambil banyak keuntungan lewat industri olahraga harus mengurangi pengeluaran mereka untuk bisa bertahan. Dan solusinya adalah dengan mencari cara inovatif demi menjaga pelanggan mereka tetap terhibur saat kebanyakan pertandingan olahraga harus ditunda sampai pandemi ini berakhir.

Dikarenakan Covid-19, tercatat pada bulan lalu, miliaran dolar hilang dalam perputaran omzet taruhan olahraga. Terutama di Italia dan Spanyol yang melakukan karantina penuh, dengan membatasi perkumpulan sosial besar oleh pemerintah pusat.

Maret tahun lalu tercatat USD 8.5 miliar atau sekitar Rp. 144 triliun digelontorkan masyarakat dalam March Madness. Dan ini sama sekali hilang karena ditiadakannya gelaran March Madness tahun ini. Perusahaan taruhan sekarang akhirnya banyak yang menutup operasional karena kurangnya pertandingan yang bisa menjadi landasan taruhan oleh publik.