Pemain Terbaik Bulan Oktober

Nama Pemain: Tammy Abraham

Klub: Chelsea

Usia: 22 tahun

Tinggi/berat: 191 cm/87 kg

Negara: Inggris

Performa di Liga Premier Inggris

Setelah berhasil membawa Chelsea menang dalam 4 pertandingan terakhir, nama Tammy Abraham mampu menarik perhatian banyak pengamat bola. Performanya bulan ini terbilang hebat, apalagi ia menjadi sosok yang sedang dibutuhkan Lampard untuk menggenjot pemain lainnya setelah tampil kurang stabil sejak awal musim digulir.

Saat ini Tammy Abraham berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Premier Inggris, bersandingan nama besar Sergio Aguero dengan 8 gol dari 8 pertandingan liga. Sosok striker yang mampu on-fire sejak musim perdananya cukup sulit ditemui di Chelsea setelah banyak striker lainnya yang melempem karena filosofi bermain yang khas dimiliki tim ini. Peran akademi Chelsea memiliki dampak besar sehingga bisa langsung klop saat diterjunkan bersama pemain yang lebih senior dengan gaya bermain yang monoton.

Gaya bermain

Kelebihan Tammy Abraham memang mirip dengan sosok Didier Drogba yang cepat dan kuat, apalagi gaya bermainnya yang menghadap berlawanan dengan arah gawang. Seringnya ia bergerak mundur ke tengah lapangan seringkali membuat bek lawan mengikuti pergerakannya. Hal ini berakibat adanya ruang tersisa yang bisa dimanfaatkan 3 pemain di belakang Tammy sebut saja Pedro dan Mount yang sangat haus gol.

Terlebih ia juga lebih cepat berlari ketimbang bek tengah kebanyakan, di mana diperlihatkan saat menerima umpan terobosan dan mencetak gol pembuka di kandang Southampton yang berakhir dengan skor 1-4 pekan lalu. Di mana Giroud sulit untuk melakukan hal yang sama di mana Giroud lebih berperan sebagai Target Man yang bertugas untuk menahan bola di depan. Sedangkan Tammy juga bisa sebagai Poacher yang menyambut bola liar di depan.

Tammy Abraham dan Chelsea

Kelebihan ini memberikan dimensi baru bagi skuad Chelsea, dengan tidak hanya perlu untuk bermain lamban dan lewat penguasaan bola, namun lawan juga harus waspada akan umpan terobosan yang menyisakan Tammy Abraham dan 1 bek dan kiper lawan. Hasilnya, peluang mencetak gol menjadi lebih banyak, sekaligus lawan akan berpikir dua kali untuk melakukan overlapping karena takut akan ancaman serangan balik yang ditawarkan Tammy.

Selain itu Lampard juga punya banyak alternatif strategi untuk digunakan dan variasi serangan jadi lebih kompleks.

Saat ini, Giroud harus menerima kenyataan untuk terus berada di bangku cadangan, di mana kalah bersaing dengan pemain yang sudah membela timnas Inggris sebanyak 3 kali ini. Keduanya menawarkan pilihan yang sama bagi skuad Lampard, walaupun karena usia yang lebih muda, Tammy sudah pasti memiliki kondisi regenerasi fisik yang lebih baik dan lebih eksplosif untuk berlari. Gairah dan etos kerjanya bisa mempengaruhi pemain lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Apalagi di umur yang masih 22, ambisi untuk memenangkan gelar, dan mengukuhkan prestasi, juga mampu menjadi contoh bagi pemain lainnya yang lebih senior untuk tetap fokus meraih gelar walaupun klub sedang dalam masa transisi. Terlebih dengan adanya larangan transfer sampai musim depan.

Masih muda

Konsistensinya tidak perlu diragukan lagi setelah berhasil mencetak 25 gol dalam 37 pertandingan bagi Aston Villa musim lalu. Walaupun pengalamannya untuk memukau di pertandingan-pertandingan besar, masih belum terbukti.

Mengingat di usia yang baru 22 tahun, pada 2 Oktober lalu, Tammy Abraham masih memiliki banyak ruang untuk berkembang. Baik itu dalam hal pengalaman bertanding, fisik bermain, sampai teknik dan mentalitas sebagai seorang pesepakbola kelas satu.