Pemain Terbaik Bulan Juli

Liga Premier Inggris sudah tertunda selama 3 bulan lamanya dikarenakan pandemi COVID-19 yang punya dampak pada klub di Inggris. Manchester City tampak goyang, AFC Bournemouth tidak bisa memperoleh satu poin pun, dan bahkan Liverpool, walaupun berhasil merangkul trofi pertama mereka dalam 30 tahun terakhir, kehilangan ritme permainan sejak dilangsungkan kembali pada Juni lalu.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi satu pemain dari Chelsea, Christian Pulisic. Pemain berusia 21 tahun asal Amerika Serikat tersebut bergabung ke tanah Inggris dari Borussia Dortmund pada Januari 2019, dengan mahar 73 juta dolar, walaupun benar-benar mulai membela Chelsea sejak musim panas lalu.

Kedatangannya diharapkan mampu mengisi ruang yang ditinggalkan Eden Hazard yang pindah ke Real Madrid. Pulisic tampak kewalahan untuk menunjukkan potensinya, dengan kepercayaan Frank Lampard pada dirinya yang terus menurun. Namun, sejak Oktober ia mampu mencetak hattrick ke gawang Burnley, walaupun harus menderita cedera sejak tahun baru sampai Maret.

Sejak Liga Premier Inggris kembali bergulir, Pulisic tidak hanya mampu menjadi pemain terbaik liga, namun menunjukkan bahwa ia bisa menggantikan peran Hazard di Stamford Bridge.

Tajam Di Depan Gawang

Pulisic berhasil memulai rentetan golnya saat melawan Aston Villa pada 21 Juni kemarin, mencetak gol dari sentuhan pertamanya sebagai pemain pengganti pada menit 60. Golnya berhasil membawa Chelsea imbang saat itu, sebelum Olivier Giroud mencetak gol tambahan yang membuat Chelsea menang 2-1.

Di pertandingan kedua, Pulisic mencetak gol kembali, kali ini lewat usaha luar biasa saat berhadapan dengan Manchester City dengan skor yang sama.

Dalam kemenangan 3-2 atas Crystal Palace pada Selasa malam, Pulisic mencetak gol ketiganya dalam lima pertandingan, lewat gol kaki kirinya yang mengarah ke pojok atas gawang lawan. Ketiga gol ini sejak Liga Inggris kembali bergulir hanya bisa disaingi duo Manchester United, Anthony Martial dan Bruno Fernandes, dan juga pasangan Manchester City Phil Foden dan Kevin de Bruyne.

Lampard sendiri menyanjung Pulisic yang bisa kembali pasca cedera dan berhasil naik satu tingkat lebih tinggi dengan mencetak gol penting dalam setiap penampilannya bersama The Blues.

Kecepatan Dan Olah Bola Ditakuti Lawan

Dalam empat kali menjadi starter, Pulisic berhasil melakukan 2,75 dribble berhasil di setiap pertandingan, di mana hanya berada di belakang pemain sayap Wolves, Adama Traore dan Allan Saint-Maximin dari Newcastle. Lebih penting lagi, ia berhasil membawa bola ke area berbahaya, meraih penalti saat melawan Man City dan West Ham.

Kelebihan ini dipuji oleh Lampard di mana sangat dibutuhkan di gaya permainan modern yang ketat, skill melewati beberapa lawan sekaligus sangat membantu tim mana pun untuk bisa menciptakan peluang gol. Karena itulah penting kiranya melihat faktor ini dalam setiap melakukan tebak skor sepak bola yang bisa Anda mainkan di sini.

Saat tidak dilanggar lawan, ia berhasil menciptakan dua umpan matang dalam tiga penampilan terakhir.

Potensi Pulisic Yang Besar

Dalam musim pertama Frank Lampard melatih Chelsea, ia bisa dibilang sukses karena berhasil membawa naik pemain muda ke skuat utama. Kemudian menemukan performa terbaik Willian dan Cesar Azpilicueta, tidak bisa dipungkiri klub ingin lebih musim depan. Dengan target tersebut, manajemen berhasil menggaet Hakim Ziyech dan Timo Werner.

Pulisic bisa saja berkembang ke tingkat lebih tinggi dengan pasangan pemain yang tajam di depan. Ia tidak menjadi satu-satunya pemain yang dijaga ketat, memberikan ruang yang lebih besar pada dirinya untuk mencoba hal baru. Apalagi di usianya yang baru 21 tahun, ada sekitar 3 tahun lagi bagi fisiknya untuk mencapai potensi optimal, belum lagi teknik dan mental seorang pemain sayap yang banyak mencapai puncak di usia 26 sampai 28 tahun.