Pemain Terbaik Bulan Ini

Nama Pemain: Jamie Vardy
Klub: Leicester City
Usia: 32 tahun
Tinggi/berat: 178 cm/74 kg
Negara: Inggris

Performa di Liga Premier Inggris

Bulan kemarin memang Vardy terlihat ganas, berhasil menggeser posisi Sergio Aguero dan Tammy Abraham sebagai pencetak gol terbanyak Liga Premier Inggris musim ini. Ia berhasil berturut-turut mencetak gol melawan Burnley, hattrick saat tandang ke Southampton, tandang ke Stadion Selhurst Park dan terakhir saat menjamu Arsenal dengan kemenangan 2 – 0.

Hattrick ke gawang Southampton memang berpengaruh besar untuk bisa menambah pundi-pundi gol nya saat ini. Sekaligus memberikan momentum positif bagi Vardy untuk terus menjaga performanya jika ia ingin merebut gelar individu Sepatu Emas di akhir musim. Apalagi performa Leicester musim ini semakin membaik, naik ke peringkat ke 2 di bawah Liverpool.

Gaya bermain

Jamie Vardy memiliki gaya permainan yang konvensional. Namun, bukan sebagai Target Man seperti Didier Drogba. Walaupun ia selalu dipasang sebagai ujung tombak serangan tunggal di depan, gaya permainannya lebih mirip Andriy Shevchenko dan Filippo Inzaghi di AC Milan. Vardy lebih mementingkan kecepatan yang dimilikinya untuk melewati barisan pertahanan lawan dengan umpan terobosan.

Dengan strategi ini, barisan pertahanan lawan diharuskan untuk duduk lebih dalam. Hasilnya penyerangan lawan seringkali buntu, dan Leicester bisa bertahan dengan lebih baik. Apalagi jika lawan terlalu keluar menyerang sedangkan barisan pertahanan tidak ikut naik, maka akan ada jarak antara barisan pemain tengah dan barisan pemain belakang, di mana bisa dimanfaatkan untuk serangan balik lewat pemain tengah Leicester seperti Youri Tielemans dan Ayoze Perez.

Jamie Vardy dan kartu merah lawan

Memang Jamie Vardy dan Leicester banyak diuntungkan oleh kartu merah lawan. Sebut saja Isaac Hayden pada menit 43 saat menjamu Newcastle di mana Vardy berhasil mencetak 2 gol pada menit 54 dan 64. Kemudian dilanjutkan saat tandang ke Southampton, di mana Ryan Bertrand harus diusir keluar di menit 12. Yang dimanfaatkan oleh Jamie Vardy untuk mencetak 3 gol pada menit 45, 58 dan tendangan penalti di injury time.

Penyerang Veteran

Di usianya  yang menginjak 32 tahun, sebenarnya ini bisa jadi musim terakhir ia bisa bermain penuh dalam setiap pertandingan Leicester di Liga Premier Inggris. Faktor kematangan dan mentalitas juara yang ia perlihatkan bersama tim saat mengantarkan Leicester juara Liga Inggris musim 2015-2016 atau saat ia berumur 28 tahun. Banyak klub top Eropa yang ingin merekrutnya, tetapi memang di usianya yang menyisakan beberapa tahun lagi, bermain secara reguler adalah sebuah pilihan yang tepat.

Kondisi fisik dan mental Vardy saat ini bisa membawanya untuk kembali meraih gelar individu Sepatu Emas Liga Inggris. Namun ini sangat dipengaruhi oleh performa Leicester di Liga Inggris. Melihat bagaimana Leicester mampu bangkit dan merangsek naik ke posisi 2 klasemen Liga Inggris saat ini, bukan mustahil kita melihat perpaduan legendaris Jamie Vardy dan Leicester City saat melawan Arsenal dan Brighton bulan ini.

Kelechi Iheanacho

Namun regenerasi pemain dalam tubuh Leicester perlu diperhatikan saat musim berakhir. Sepertinya mereka belum menemukan penyerang yang tepat untuk menggantikan Jamie Vardy di Leicester. Memang mereka memiliki Kelechi Iheanacho yang masih berumur 23 tahun yang kurang lebih memiliki gaya bermain yang sama dengan Vardy. Namun, apakah pemain seharga 27 juta Poundsterling ini siap memikul tanggung jawab dan konsistensi yang diperlihatkan Jamie Vardy bersama tim, sedangkan ia baru bermain sebanyak 2 kali dan 2 gol dipersembahkan dalam Piala EFL musim ini.