Pemain Muda Potensial Terbaik Dunia

Ada banyak pemain dengan karakteristik yang berbeda-beda, semuanya menyajikan talenta yang luar biasa untuk kita ikuti. Kylian Mbappe yang tampil luar biasa sejak Piala Dunia 2018 saat masih berumur 19 tahun, menjadi tolak ukur pemain kelas dunia, di mana tidak dilihat dari umur mereka. Namun lebih pada kontribusi masing-masing pemain di setiap pertandingan. Terlebih dengan masih banyak pengalaman bermain ke depan, tak ayal menjadi bumbu bagi penggemar olahraga untuk melihat perkembangan mereka untuk menjadi C. Ronaldo dan L. Messi selanjutnya.

Penyerang: Kylian Mbappé vs João Félix

Klub: Paris Saint-Germain vs Atletico Madrid
Usia: 20 vs 19
Nilai pemain: 200 juta vs 100 juta Euro

Ada banyak kandidat pemain untuk mengisi posisi ini. Namun dengan performanya di Piala Dunia 2018 lalu, agak tidak sempurna rasanya jika nama Kylian Mbappe tidak masuk daftar penyerang potensial terbaik di dunia saat ini. Di usianya yang masih 20 tahun, performa yang ditunjukkan malah lebih tajam dibanding Antoinne Griezmann di usia yang lebih matang, pada kompetisi tersebut.

Ia juga berhasil menjadi pemain termuda untuk mencetak dua gol dalam Final Piala Dunia sejak Pele dulu. Sebuah prestasi yang tidak ditorehkan bahkan oleh duo bintang sepak bola hari ini, C. Ronaldo dan L. Messi. Kylian Mbappe disinyalir punya potensi untuk memenangkan gelar Ballon d’Or di masa yang akan datang.

Pesaing utama datang dari pemain muda yang didatangkan dari Benfica, Joao Felix dengan nilai transfer mencengangkan 126 juta Euro di awal musim ini. Sampai saat ini, ia sudah berhasil mencetak 3 gol dalam 10 pertandingan di La Liga dan Liga Champions.

Gelandang: Marco Asensio vs Martin Ødegaard

Klub: Real Madrid
Usia: 23 vs 20
Nilai pemain: 60 juta vs 20 juta Euro

Warisan terbaik dari Zinadine Zidane selama melatih Real Madrid, selain pastinya tiga gelar juara Liga Champions. Yaitu lewat pematangan Marco Asensio dalam tim utama Real Madrid. Zidane lah yang berani memberikan debut bagi sang pemain pada 2016 lalu dalam pertandingan UEFA Super Cup melawan Sevilla. Saat itu, Asensio berhasil membayar kepercayaan pelatih dengan mencetak gol di menit 21 lewat tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.

Tidak sampai di situ, ia akhirnya menutup musim dengan mencetak gol di Final Liga Champions dan menggunakan momentum tersebut untuk terus mencetak gol dalam Piala Super melawan Barcelona di musim berikutnya. Keduanya lewat tendangan dari luar kotak penalti. Hebatnya dulu ia hanya dihargai sebesar 4 juta Euro saat dibeli dari Espanyol, namun kini menjadi salah satu aset penting Real Madrid sampai bahkan satu dekade ke depan.

Cerita lain ada di Odegaard yang masih sulit untuk menembus tim utama Real Madrid. Saat ini ia dipinjamkan ke Real Sociedad untuk menambah jam terbang, dengan berhasil mencetak 2 gol dan 2 assist dari 8 pertandingan La Liga. Odegaard merupakan nama yang banyak menyita perhatian elite sepak bola dalam beberapa tahun belakangan dengan prospek yang diyakini sangat tinggi. Cerdas, berteknik tinggi, dan fisik prima, namun kita hanya bisa berharap ia mampu untuk mencapai potensi tersebut, pastinya dengan kerja keras.

Bek: Matthijs de Ligt vs Trent Alexander-Arnold

Klub: Juventus vs Liverpool
Usia: 20 vs 21
Nilai pemain: 85,5 juta vs 80 juta Euro

Saat ini Matthijs de Ligt ada di barisan terdepan bek paling potensial di dunia. Terlebih setelah performa yang ditampilkan saat melawan Bayern Munchen di Liga Champions musim lalu. Banyak serangan yang berhasil dipatahkan oleh pemain muda ini. Sampai akhirnya ia dipinang oleh Juventus dengan harga menakjubkan, 85,5 juta Euro di awal musim ini. Potensinya untuk berduet dengan Virgil van Dijk bisa dipastikan akan menakjubkan dan pantas untuk kita saksikan dalam beberapa kompetisi internasional yang akan datang.

Potensi bek lainnya ada pada diri Trent Alexander-Arnold. Pemain asli Liverpool ini bisa memiliki potensi menjadi kapten tim, selayaknya Steven Gerrard. Apalagi dengan performa yang ditunjukkan bukan isapan sempol semata. Setelah debut pada 2016 silam, ekspektasi dari banyak pihak berhasil direalisasikan lewat penampilannya di tim utama sampai final Liga Champions musim lalu. Bek yang percaya diri dan memiliki teknik tendangan yang di atas rata-rata, masih menyimpan banyak potensi yang bisa digali di usianya yang masih menginjak 21 tahun.