Mourinho vs Pochettino: Prediksi Performa Musim Ini

Kemenangan dari rival kota West Ham pekan lalu, menjadi hadiah perdana dari Mourinho yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih kepala Spurs, menggantikan Pochettino yang dipecat oleh direksi sehari sebelumnya. Beberapa mempertanyakan penunjukannya, karena rivalitas antara dirinya sebagai mantan pelatih Chelsea, salah satu rival kota dari Spurs lainnya.

Performa Melawan West Ham

Gol pertama yang berhasil dicetak Son Heung-min benar-benar mengangkat tekanan dari semua pihak, terlebih mereka mampu unggul 0-2 di akhir babak pertama lewat gol Lucas Moura. Walaupun West Ham mulai menambah daya gedor di babak kedua, hasil akhir 2-3 dapat menjadi batu loncatan bagi Mourinho dan timnya untuk memulai lembaran baru di sisa musim ini.

Mourinho yang baru saja menjabat, pastinya masih menggunakan formasi dan pemain utama seperti yang ditinggalkan Pochettino. Walaupun terlihat adanya energi tambahan dari setiap pemain Tottenham malam itu. Harry Kane yang berhasil produktif setelah 2 laga internasional disinyalir menjadi salah satu penyebab Spurs mampu lebih percaya diri saat tandang ke markas West Ham.

Pochettino Dan Konflik Tim

Dinasti kepelatihan Pochettino pasti akan terus diingat publik Spurs, setelah musim lalu berhasil mencapai laga Final Liga Champions, sebuah prestasi yang hanya berhasil diraih beberapa dekade silam. Walaupun dengan banyak pemain muda mereka, ini menjadi suatu hal yang sudah diprediksi. Tidak bisa dipungkiri, Pochettino tetap memiliki andil apa pun alasannya.

Di bawah Pochettino, pemain belakang menjadi matang, kita bisa melihat duo Alderweireld dan Vertonghen. Tidak kalah, barisan tengah juga lebih dominan satu tingkat dibandingkan tim lainnya, dengan generasi Lucas Moura, Dele Alli sampai C. Eriksen. Terlebih dengan matangnya barisan depan yang cepat dan bertenaga seperti Harry Kane dan Son Heung-min.

Secara head to head, mereka punya potensi untuk mengalahkan siapa pun, terbukti musim lalu mereka bisa mencapai final Liga Champions. Walaupun ada kekurangan finansial yang masih satu kasta di bawah tim top dunia seperti Man United atau Man City dengan dana yang tidak terbatas, komposisi pemain cadangan lebih lemah, yang berakibat pada keletihan dan banyaknya kompetisi yang harus dimainkan dalam satu musim.

Apalagi saat konflik dan masalah datang menerjang, Pochettino tidak mampu untuk memberikan disiplin seperti yang dilakukan Roberto Mancini terhadap Carlos Tevez misalnya. Apakah Pochettino mampu membangkucadangkan Harry Kane, atau Eriksen di Spurs? Pilihan pemain alternatif tidak ada, dan jika itu dilakukan, performa Spurs bisa turun drastis dan keputusan pelatih pun dipertanyakan seperti yang terjadi di musim ini.

Prediksi Tottenham Musim Ini

Mourinho memiliki PR besar untuk menkonsolidasi keseluruhan tim dan staf kepelatihan untuk hanya berfokus pada satu tujuan, yaitu poin penuh dalam setiap laga di Liga Premier Inggris sampai akhir musim.

Posisi mereka saat ini yang berada di peringkat 10 dalam 13 pertandingan, cukup buruk mengingat jarak poin dengan Liverpool mencapai 20. Walaupun gelaran Liga Inggris masih menyisakan 2 per 3 porsi lagi, gelar juara sudah bisa dilupakan. Target realistis ada di posisi 5 dengan jarak 2 poin. Sebelum berbicara untuk menggeser posisi kedua yang memiliki jarak 12 poin.

Berikut 8 laga yang akan dilakoni tim asuhan Jose Mourinho sebagai pelatih Tottenham yang baru, ada 3 tantangan besar pada Desember, dengan melawan Manchester United, Bayern Munich sampai tim lama Mourinho, Chelsea.

West Ham (tandang) – 23 November 2019
Olympiacos (kandang) – 26 November 2019
Bournemouth (kandang) – 30 November 2019
Manchester United (tandang) – 4 Desember 2019
Burnley (kandang) – 7 Desember 2019
Bayern Munich (tandang) – 11 Desember 2019
Wolves (tandang) – 15 Desember 2019
Chelsea (kandang) – 22 Desember 2019