Mengapa Alexis Sanchez Disebut Gagal Di Manchester United

Kegagalan Alexis Sanchez selama membela Manchester United lebih banyak disebabkan kurangnya jam main dan proses adaptasi yang terhambat. Bagaimana bisa proses adaptasi pemain sekaliber A. Sanchez yang berhasil on fire di Barcelona dan Arsenal sejak kepindahannya dari Udinese pada 2011, tak berjalan mulus ketika membela Manchester United.

Ada beberapa sebab krusial mulai dari pilihan gaji tinggi dan permasalahan manajemen serta performa tim yang sedang lesu.

Sejak menjelang akhir bursa transfer lalu, akhirnya penyerang tim nasional Chili ini menyelesaikan peminjaman selama 10 bulan ke Inter Milan tanpa dilengkapi dengan pilihan pembelian setelahnya. Jadi, setelah peminjaman ini, dipastikan Alexis Sanchez tetap diprediksi kembali ke Man United dengan sisa kontrak yang akan masih bersisa sekitar 3 musim.

Namun, tidak bisa dipungkiri kemungkinan dijual untuk memotong kerugian yang sudah diderita Man United selama ini dalam bentuk nilai transfer £35 juta dan gaji selangit per musim yang mencapai £26 juta.

Gaji selangit

Selama di Inter pun, Man United tetap akan membayarkan sekitar 40% dari total gaji A. Sanchez yang mencapai £400.000, atau sekitar Rp 6,88 miliar setiap pekan. Sebuah nilai gaji yang paling tinggi di Liga Premier Inggris. Tentunya tingginya gaji yang didapat A. Sanchez akan berakibat pada motivasi pada dirinya untuk memberikan performa lebih baik.

Belum lagi kita bicara tentang pengaruh pemain lain yang iri dengan tingginya bayaran yang diterima penyerang Chili tersebut. Efeknya memang sangat fatal, karena itulah dalam filosofi manajemen yang dianut Arsene Wenger, gaji dengan ketat dikontrol, dan hanya beberapa pemain kunci yang mendapatkan gaji hanya sekitar £160.000 per pekan.

Bayaran pemain seharusnya lebih ditunjang oleh bonus dan prestasi, baik itu dari capaian gol ataupun saat berhasil menjadi starter sebuah pertandingan. Tingginya gaji per pekan yang diberikan Man United dalam kontrak 5 tahunnya akan membuat semua pemain menjadi lebih malas. Terbukti saat latihan Alexis Sanchez lebih banyak menyendiri dan capaiannya sebanyak 5 gol dari total 45 penampilan membela Man United bukan merupakan sebuah prestasi.

Jika kita bandingkan gajinya saat di Arsenal, sekitar £130.000. Nilai ini hanya sepertiga dari kontrak yang diterimanya di Man United.

Skuad dan pemain lain

Bahkan pelatih sekelas Jose Mourinho ataupun Ole Gunnar Solskjaer saat ini pun tidak mampu memotivasi sang pemain. Beberapa sumber mengatakan Mourinho beberapa kali memusuhi sang pemain, sedangkan Solskjaer pada akhirnya hanya tidak memedulikan A. Sanchez sama sekali.

Beberapa sumber lainnya mengatakan saat tendangan A. Sanchez melebar ke arah gawang lawan, ia malah menyalahkan umpan pemain lainnya yang kurang baik. Termasuk itu dari Marcus Rashford dan Anthony Martial. Memang kedua pemain ini bukan tipe pemain kreatif, namun sebenarnya adalah seorang penyerang tengah.

Sanchez bahkan sampai mengklaim pergerakan dirinya lebih baik dan timnya tidak memiliki visi di lapangan sebagus dirinya.

Dengan situasi dan kondisi performa Man United yang tidak stabil, memang gaya permainan sampai saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kualitas dari Arsenal dan Barcelona. Memang wajar jika A. Sanchez sampai frustrasi, namun jika sampai kehilangan motivasi, ini sangat mirip dengan kasus Fernando Torres di Chelsea saat musim pertama dan keduanya.

Manajemen Man United

Jumlah operan yang baik diterima di Chelsea kala itu memang sangat sedikit, jika dibandingkan dengan saat membela Liverpool bersama Gerrard, Xabi Alonso dan Yossi Benayoun. Solusinya adalah dengan membeli Benayoun dari Liverpool dan Juan Mata untuk menjadi tandem Torres di Chelsea sejak saat itu.

Namun, hal serupa sepertinya tidak bisa terjadi di kubu Man United. Mourinho disinyalir beberapa kali mengundang Sanchez untuk membicarakan masalah ini di ruang manajemen, akan tetapi tetap tidak berhasil.

Mungkin sekembalinya dari Inter Milan dan mendapatkan udara segar dari Liga Italia, ia bisa kembali lebih termotivasi dan Manchester United pun siap untuk menggunakan jasanya dengan lebih maksimal di musim depan.