Kondisi Liverpool Juara Liga Inggris

Gelaran Liga Inggris hampir usai, dengan hanya menyisakan 9 pertandingan sisa sampai musim berakhir pada Mei mendatang. Liverpool yang tangguh sepanjang musim ini, mulai terlihat tidak stabil dalam 2 pekan terakhir. Walaupun gelar juara sudah di depan mata, pantas kiranya kita memprediksi kondisi Liverpool menjadi juara Liga Premier Inggris musim 2019/2020 ini.

Kondisi Liverpool saat ini pun sedang goyah, selain tertendang keluar dari Liga Champions oleh Atletico Madrid, sejak Maret tercatat, Liverpool kalah atas Watford 3-0, dan juga terdepak dari gelaran Piala FA putaran kelima setelah kalah dari Chelsea 2-0.

Perolehan Saat Ini

Saat ini, Liverpool menduduki posisi puncak klasemen sementara dengan perolehan 82 poin dari 29 pertandingan liga. Pesaing terdekat adalah Manchester City dengan 57 poin dari 28 laga. Berarti ada selisih 25 poin antara keduanya.

Jika dihitung secara matematis, dari 9 laga sisa Liverpool saat ini, berarti memiliki potensi untuk mengumpulkan 27 poin. Sedangkan Manchester City jikapun berhasil menang dalam 10 pertandingan sisa, hanya bisa mendapatkan 30 poin. Dengan selisih Liverpool dan Manchester City sampai 25 poin saat ini, berarti Liverpool hanya membutuhkan 5 poin saja untuk bisa merangkul gelar juara musim ini. Melihat selisih gol yang juga lebih unggul ketimbang Manchester City, 45 berbanding 37 gol antara keduanya.

Perolehan 5 poin tentu saja sangat mudah bagi Liverpool. Bisa jadi hanya dari 2 kemenangan, atau 1 kali menang dan 2 kali seri, bahkan 5 kali hasil seri dari 9 pertandingan sisa. Layak untuk diprediksi potensi mereka lebih jauh lewat jadwal pertandingan tiap pekan yang akan Liverpool hadapi pada Maret sampai April nanti.

Prediksi Pertandingan

Tantangan Liverpool selanjutnya untuk merangkuh trofi Liga Inggris, ada saat tandang ke Everton dan menjamu Crystal Palace di Anfield. Jika bisa menang dalam dua pertandingan ini, maka Liverpool sudah bisa dipastikan juara. Walaupun kedua tim tersebut masih memiliki asa untuk merebut posisi lebih tinggi di klasemen untuk slot Liga Eropa. Kedua pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit. Apalagi performa Liverpool sejak kalah atas Atletico Madrid pada Februari lalu angin-anginan, dan rentetan ini masih bisa berlanjut dalam waktu yang cukup lama.

Dalam pertandingan ke 32 ada hadangan dari Manchester City sebagai pesaing terdekat, dan potensi Liverpool untuk menang bisa dibilang cukup kecil. Mengingat pentingnya tim tuan rumah untuk bisa menang di pertandingan tersebut yang diselenggarakan di Stadion Etihad.

Tiga pertandingan selanjutnya bisa lebih mudah, dengan lawan mulai dari Aston Villa, Brighton dan Burnley. Bisa jadi, kemungkinan besar bagi Liverpool untuk bisa meraup paling tidak dua kemenangan dari tiga pertandingan tersebut. Namun, yang perlu kita perhatikan adalah dua tim Aston Villa dan Brighton sama-sama berjuang untuk keluar dari zona relegasi. Bisa saja ada kejutan yang muncul dari pertandingan tersebut.

Laga 30: Everton vs Liverpool: Potensi menang 33%
Laga 31: Liverpool vs Crystal Palace: Potensi menang 40%
Laga 32: Manchester City vs Liverpool: Potensi menang 30%
Laga 33: Liverpool vs Aston Villa: Potensi menang 40%
Laga 34: Brighton vs Liverpool: Potensi menang 40%
Laga 35: Liverpool vs Burnley: Potensi menang 50%

Performa Liverpool

Performa Liverpool memang tampak menurun sejak pertengahan Februari lalu. Alasan yang paling mengemuka ada pada ketatnya jadwal saat harus menghadapi Shrewsbury 1-0 di Piala FA, kemudian Liga Inggris Norwich 1-0 dan kalah di Liga Champions 1-0 saat melawan Atletico.

Setelah itu, Liverpool mulai tampak lebih sulit bangkit dengan hanya menang tipis atas West Ham 3-2 di kandang, diikuti dengan kekalahan telah atas Watford 3-0. Performa mereka tampak sangat dipengaruhi oleh kepercayaan diri yang sedang jatuh-jatuhnya. Mengingat kepercayaan diri berlebihan sering kali muncul saat tim sedang dalam rentetan kemenangan yang panjang seperti yang dialami Liverpool. Apalagi, tren kemenangan mereka sangatlah panjang, mengakibatkan kejatuhan yang lebih fatal. Hal ini tampak dari kekalahan lanjutan atas Chelsea di Piala FA, menang tipis 2-1 atas Bournemouth dan kalah leg kedua 2-3 atas Atletico di kandang.

Bisa saja tren ini berlangsung lebih lama. Namun melihat ada jeda panjang istirahat pemain karena pandemik Corona, Juergen Klopp haruslah mampu untuk mengangkat kembali motivasi dan kepercayaan diri pemain untuk siap merangkuh trofi Liga Premier Inggris secepatnya.