Juventus: Penguasa Italia 9 Musim Terakhir

Juventus kembali meraih gelar Scudetto dalam liga paling atas Italia, Serie A dalam kemenangan yang kesembilannya secara berturut-turut. Gelar juara ini membuat capaian Juventus juara sebanyak 36 kali, sama dengan jumlah gabungan dari duo Milan yang masing-masing mengemas 18 gelar Scudetto.

Tidak ada yang mampu menyikut Juventus dari gelar juara Serie A sejak gelaran musim 2011-2012 lalu. Selama dominasi ini, Juve mempekerjakan tiga pelatih Italia yang berbeda, yaitu Antonio Conte, Massimiliano Allegri sampai Maurizio Sarri dan hebatnya, klub ini mampu selalu juara sejak 2012 sampai 2020 ini. Untuk Anda yang ingin melihat daftar odds terbaru dari pertandingan Liga Serie A Italia, bisa cek di sini secara langsung.

Kebangkitan Juventus Pada 2006-2011

Klub asal Turin ini pernah terkena skandal pengaturan pertandingan Calciopoli di Serie A pada 2006 lalu, di mana terdampak sanksi berat saat itu. Gelar juara Juve pada 2005 dan 2006 dihapuskan saat ditemukan bukti bahwa eksekutif Juve bermain dalam skandal tersebut. Juventus akhirnya mendapat hukuman relegasi ke tingkat ke dua Liga Italia, Serie B dengan pengurangan poin, namun berhasil menang di sana pada 2007 dan kembali ke Serie A.

Dari 2007 sampai 2011, Juventus menunjukkan performa rata-rata sebagai tim dalam proses kebangkitannya. Sampai mampu pindah ke rumah baru yang dibangun sendiri, Stadion Allianz pada 2011 dan merubuhkan Delle Alpi pada 2009. Stadion ini dibangun di atas Delle Alpi yang memiliki sejarah panjang.

Proyek jangka panjang Juventus dimulai saat mereka merekrut Conte pada 2011 untuk melatih tim senior. Tim utama berisi pemain legenda seperti Andrea Pirlo, pemain bertahan Swiss Stephan Lichtsteiner, pemain tengah Prancis Paul Pogba, Pemain tengah Chili Arturo Vidal dan penyerang Argentina Carlos Tevez dalam era Conte.

Gianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio dan Pirlo menjadi tulang punggung Juventus dalam meraih gelar Serie A 2012 untuk kembali dalam peredaran tim top Eropa. Selain itu mereka juga berhasil juara pada 2013 dan 2014 bersama A. Conte.

Mantan pelatih utama AC Milan, M. Allegri didatangkan pada 2014 untuk menggantikan Conte yang hengkang. Allegri berhasil mengantarkan Juve menang selama lima tahun pada 2015 sampai 2019. Pelatih 52 tahun tersebut sebelumnya berhasil membawa AC Milan juara pada 2011.

Sedangkan Sarri merupakan mantan pelatih Napoli dan Chelsea yang didatangkan Juventus pada musim panas 2019. Ia hampir dipecat saat kalah dalam Piala Super Italia atas Lazio dan Final Piala Italia atas Napoli secara berturut turut. Namun, dengan gelar juara Liga Italia 2020, membuat posisi Sarri kembali aman sebagai gelar juara liga pertamanya secara pribadi.

Chiellini: Pemain Kunci Di Balik Dominasi Juve

Kapten Juventus Giorgio Chiellini sudah aktif membela tim sejak kembali ke kasta tertinggi Liga Italia. Sekarang ini di usianya yang menginjak 35 tahun, sudah berhasil menorehkan 9 gelar liga sejak 2012. Ia berduet bersama rekan satu negaranya, Leonardo Bonucci. Bonucci membantu Juve menang 8 kali karena selama satu musim membela AC Milan tepatnya pada 2017-2018.

Penjaga gawang Buffon yang sekarang berumur 42 tahun juga merupakan bagian penting dari Juventus bahkan sebelum skandal Calciopoli. Namun, memutuskan pindah ke Paris Saint-Germain pada musim 2018-2019. Buffon berhasil meraih 10 gelar Serie A bersama klub Turin tersebut.

Ronaldo: Rekor 31 Gol Liga

Pemain bintang Portugal, Cristiano Ronaldo sudah dipastikan menjadi aktor utama dalam gelar terakhir Juventus kali ini. Walaupun sudah berusia 35 tahun, ia tetap mampu menjadi ancaman terbesar bagi sebagian besar bek klub Serie A, dengan rekor 31 gol dari 32 penampilan. Musim lalu ia juga ikut meraih gelar liga bersama Juventus.