Fernando Torres : Mengenang Mantan Mesin Gol Liverpool

Fernando Torres ada dalam salah satu nama nominasi gelaran Ballon d’Or bersama megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pada tahun 2008. Ia duduk di sana setelah berhasil mencetak 34 gol dalam semusim bersama Liverpool dan gol di Final Euro 2008.

Torres lahir di Fuenlabrada, Spanyol pada 20 Maret 1984. Ia sudah mencapai lebih dari 100 penampilan bersama Spanyol dan menjadi pencetak gol ketiga terbanyak. Mourinho pernah menyebut bahwa Torres memiliki sihir saat berlari dengan bola dengan teknis mumpuni, ditambah bakat kecepatan lari yang dicemburui Raul Gonzalez. Namun, sejak cedera menjelang Piala Dunia 2010, Torres kehilangan kecepatan sampai kepercayaan diri untuk kembali ke performa terbaiknya.

Pada tahun 1995, ia memulai pelatihan akademi bersama Atletico Madrid. Torres mampu menjadi salah satu pemain terbaik di sana dengan memenangkan trofi pada 1998 dalam Piala Nike. Torres berhasil menjadi pemain terbaik di Eropa dalam kategori di bawah 15 tahun. Baru kemudian ia dikontrak dan menjalani debut bersama tim utama Atletico Madrid pada 27 Mei 2001 melawan Leganes di Stadion Vicente Calderon.

Kapten Atletico Madrid

Setelah berhasil membawa Atletico kembali ke kasta teratas Liga Spanyol, Torres menjadi kapten termuda dalam sejarah klub. Di usia 19 tahun, ia menyebutkan dalam autobiografinya bahwa tanggung jawab tersebut seharusnya tidak ia ambil. Pastinya akan ada kesulitan dalam memimpin pemain yang lebih senior, Torres meminta bantuan pemain berpengalaman Carlos Aguilera untuk membantu memimpin tim kala itu.

Walaupun begitu, Torres tetap berhasil mencetak dua digit gol dalam setiap musim membela Atletico. Ia bermain dari 2001 sampai 2007 sebelum akhirnya bergabung bersama Rafael Benitez di Liverpool dengan nilai transfer sekitar £20 juta.

Ikon Liverpool

Torres menjalani debutnya bagi Liverpool pada 11 Agustus 2007 melawan Aston Villa dalam kemenangan 2-1. Dalam pertandingan selanjutnya di Anfield, ia berhasil mencetak satu gol luar biasa setelah melewati Ben Haim untuk menceploskan bola ke gawang Petr Cech. Torres berhasil menjadi pemain bintang bagi Liverpool dan mencetak 65 gol dari 102 penampilan.

Kemudian ia pindah ke Chelsea pada awal 2011 dengan nilai transfer £50 juta di mana rekor transfer di Inggris. Kemudian pada 2014 ia dipinjamkan ke AC Milan selama setahun untuk kemudian pindah ke Atletico Madrid sampai akhir musim 2015/2016. Pada Februari 2016, ia mencetak gol ke-100 bagi Atletico saat melawan Eibar dalam penampilan ke-295 nya bagi klub asal Madrid tersebut. Selepas dari Atletico, Torres dikontrak Sagan Tosu selama satu tahun dan resmi pensiun pada 26 Agustus 2019.

Timnas Spanyol

Sebelum bermain untuk tim utama pun, Torres sudah membela Spanyol U-15 sampai U-21. Sampai pada akhirnya ia menjalani debut untuk timnas utama Spanyol pada 6 September 2003 melawan Portugal. Gol internasional pertamanya ada saat melawan Italia pada 28 April 2004. Ia mencetak penampilan bersama timnas Spanyol sebanyak 110 kali dan mencetak 38 gol.

Torres mencetak 7 gol dalam 11 penampilan dalam kualifikasi Piala Dunia 2006, menjadikannya pencetak gol terbanyak saat itu. Yang tidak terlupakan adalah gol pamungkasnya ke gawang Jerman dalam final Piala Eropa 2008, dan menjadikannya pemain terbaik. Ia dipilih sebagai salah satu bagian dari 11 pemain terbaik turnamen. Torres juga berhasil mendapatkan Sepatu Emas pada Piala Eropa 2012 setelah mencetak 3 gol dan 1 assist dalam kompetisi tersebut.

Prestasi Yang Pernah Diraih

Sangat salah jika banyak pihak mengecam kepindahan Torres dari Liverpool. Karena nyatanya hasil prestasinya banyak diraih selama membela Chelsea. Ia berhasil menjuarai Liga Champions 2012, Piala FA 2012, dan Liga Eropa 2013.

Selain itu dalam laga bersama timnas Spanyol ia berhasil menjadi top skor Piala Eropa 2012, Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.