Ditinggal Allegri Juve Bisa Apa

Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo menyebut bahwa Juve saat ini sudah menjadi lebih baik sejak Maurizio Sarri menjabat sebagai pelatih kepala menggantikan Massimiliano Allegri. Mantan pelatih Chelsea tersebut bergabung bersama Juve sejak musim panas tahun ini, dengan tantangan prestasi yang sudah ditorehkan Allegri, 8 gelar liga secara beruntun.

Namun Ronaldo yang berhasil mencetak 28 gol di bawah Allegri musim lalu, percaya bahwa klubnya sekarang lebih baik bersama Sarri, dengan memberi lebih banyak kebebasan terhadap kreativitas pemain.

Juventus saat ini berada di puncak klasemen Serie A dengan 32 poin, selisih 1 poin dengan Inter dan 8 poin dengan peringkat ketiga. Dengan mencari gelar ke 9 beruntunnya, Ronaldo memuji taktik yang digunakan saat ini lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Jika kita perhatikan seperti saat mengalahkan AC Milan pekan lalu dengan skor 1-0, penggunaan formasi 4-3-1-2 lebih kaku sehingga pertahanan menjadi lebih solid. Kemudian kewajiban mencetak gol diserahkan sepenuhnya pada kedua penyerang mereka Higuain, Ronaldo atau Dybala yang berhasil mencetak gol di menit 77.

Juventus bersama Allegri

Jika kita bandingkan saat bersama Allegri, Juve banyak bermain dengan formasi 3-5-2 di mana penguasaan bola bisa menjadi prioritas. Hasilnya mereka bisa lebih baik saat melawan tim lebih lemah dan mendominasi Seria A. Terlebih dibawah Allegri, Juve memiliki sistem yang sangat disiplin yang menghasilkan konsistensi dan persentase kemenangan di Serie A yang dominan.

Walaupun begitu, formasi ini memilki celah karena barisan pertahanan mereka akan terekspos striker lawan. Jika kita mengambil contoh Real Madrid yang menggunakan formasi 4-2-3-1, empat pemain serang dari Real Madrid memiliki potensi lewat serangan balik jika dihadapkan dengan 3 pemain bertahan Juve. Kalaupun Juve memilih bertahan dan beradaptasi dengan formasi 5-3-2 yang mudah dicapai dari formasi awal, Juve akan sangat sulit menyerang, dan malah menjadi terlalu bertahan yang bisa dimanfaatkan tim lawan untuk mendikte penguasaan bola. Formasi ini jelas sulit sangat dihadapkan dengan tim yang lebih dominan di Eropa seperti Real Madrid, PSG, Barcelona, sampai Liverpool.

Juventus bersama Sarri

Memang formasi 3-5-2 bisa membantu Juve untuk mendapatkan gelar Serie A 8 kali berturut-turut. Namun jika mereka berambisi untuk menjuarai Liga Champions bersama Ronaldo, taruhan untuk merekrut Sarri bisa menjadi pilihan yang tepat.

Formasi 4-3-1-2 bisa sangat fleksibel untuk berubah menjadi 4-3-3 di mana lebih bersifat menyerang. Terlebih mereka memiliki pemain untuk itu, sebut saja Dybala sampai Douglas Costa untuk mengisi posisi sayap.

Saat ini Juventus berhasil berada di puncak grup D dengan 3 kali menang dan 1 seri. Hasil yang sesuai prediksi. Namun performa mereka yang tidak kalah stabil di Serie A dengan hasil 10 kali menang dan 2 seri, menunjukkan dewasanya tim melanjutkan disiplin dari era Allegri musim lalu.

Faktor Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo kembali menampilkan penampilan di bawah ekspektasi dalam laga Liga Champions pekan lalu, walaupun Juventus berhasil mengalahkan Locomotiv Moscow 2-1.

Pemain nasional Portugal tersebut digantikan di menit 81 setelah kontribusinya yang kurang, dari total 8 tendangan, hanya 3 yang mengarah ke gawang. Keakuratan operannya juga di bawah standar, hanya mencapai 75%, 1 dribbel sukses, sehingga dinobatkan sebagai pemain paling buruk di pihak Juventus malam itu oleh beberapa situs sepakbola. Performa ini memperjelas rentetan buruknya di liga Eropa dalam 12 bulan terakhir.

Tahun lalu, mantan penyerang Real Madrid tersebut dikartu merah saat melawan Valencia di fase grup. Kemudian hanya berhasil mencetak 1 gol dari 5 pertandingan selanjutnya. Walaupun berhasil mencetak 3 gol saat melawan Atletico Madrid, dan 2 gol ke Ajax, ia hanya mampu membawa Juve ke 4 besar Liga Champions musim lalu.

Jika kita lihat musim ini, ia bar mencetak 1 gol dalam 4 laga grup Liga Champions, dan belum berkontribusi 1 asisst pun bagi timnya. Walaupun ia berhasil bangkit saat mencetak hattrick ke Lituania dan 1 gol ke gawang Luksemburg dalam laga kualifikasi Euro dalam satu pekan terakhir.