Deretan Pemain Terbaik Yang Tidak Berhasil Meraih Ballon d’Or

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sampai saat ini berhasil mengumpulkan 11 Ballon d’Or. Hal sebaliknya tampak pada deretan pemain bintang berikut, di mana bahkan tidak berhasil meraih satu gelar pun. Mereka merupakan legenda di klub dan timnas masing-masing. Namun, tahta pemain terbaik saat itu, berhasil direbut pemain lain dalam perjalanan panjang karir mereka.

Berikut nama-nama bintang yang luput untuk meraih gelar bergengsi satu tahunan tersebut.

Thierry Henry

Antara tahun 2001 sampai 2006, mantan penyerang Arsenal ini berada di puncak permainannya. Tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Premier Inggris dalam empat dari lima musim tersebut, ia berhasil mencetak 29 gol dalam 52 penampilan Liga Champions saat itu. Di mana bisa menjadi patokan kemampuan pemain saat disandingkan dengan nama-nama top lainnya di seluruh Eropa.

Namun karena suatu alasan, walaupun performa yang ditunjukkan sangat memukau, termasuk saat mengalahkan Inter Milan di San Siro, capaian terbaiknya hanya peringkat kedua dalam Ballon d’Or di tahun 2003, di mana ia berada di bawah Pavel Nedved. Banyak pihak yang mempertanyakan hasil ini.

Paolo Maldini

Ia seringkali disebut-sebut sebagai pemain bertahan terbaik yang pernah ada. Kemampuannya untuk mengisi posisi bek tengah sekaligus bek kiri, di mana ia memulai karir sepak bola, ikon AC Milan tersebut berhasil mempersembahkan 25 trofi bagi klubnya, termasuk tujuh gelar Serie A dan lima kali Liga Champions Eropa.

Dengan sederet prestasi tersebut, ia sering kali ditutupi performa bintang dari rekan klubnya sendiri seperti Andriy Shevchenko, Kaka, George Weah, Marco Van Basten sampai Ruud Gullit, di mana mereka semua berhasil meraih bola Ballon d’Or ketimbang dirinya.

Raihan terbaik adalah saat Maldini mencapai peringkat ketiga pada 1994 dan 2003 lalu.

Xavi Hernandez

Menjadi jantung permainan dari gaya tiki taka Barcelona, pemain tengah timnas Spanyol tersebut memainkan 767 pertandingan bagi Barcelona. Dan selama itu, ia berhasil meraih banyak gelar, termasuk menjadi bagian Tim Terbaik UEFA lima kali berturut-turut sejak 2008 sampai 2012.

Namun gelar Ballon d’Or seperti menghindar darinya, bahkan saat ia berhasil membantu Spanyol juara Piala Dunia 2010, dengan rekor operan akurat mencapai 91% di turnamen tersebut.

Xavi berakhir di peringkat ketiga, dalam tiga tahun berturut-turut sejak 2009 sampai 2011 di gelaran Ballon d’Or.

Ferenc Puskas

Puskas yang berhasil mencetak 84 gol dalam 85 pertandingan bagi Hungaria, ditambah 622 gol sepanjang karirnya, juga gagal meraih Ballon d’Or. Legenda Real Madrid tersebut berhasil mengantarkan timnya merangkul lima gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions Eropa.

Namun sepertinya performanya masih kalah jika disandingkan dengan rekan satu timnya, Alfredo Di Stefano yang berhasil meraih dua kali gelar Ballon d’Or.

Puskas hanya berhasil meraih peringkat kedua pada 1960, namun seharusnya ia sangat layak untuk bisa mendapatkan prestasi prestisius bagi seorang pemain sepak bola tersebut.

Kenny Dalglish

Penyerang asal Skotlandia ini merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah muncul dari daratan Inggris Raya. Dibeli dari Celtic pada 1977 untuk menggantikan Kevin Keegan, di mana tahun berikutnya berhasil memenangkan Ballon d’Or di Hamburg, Daglish saat itu menjadi kandidat kuat juara.

Dengan performa luar biasa, di mana berhasil mencetak 31 gol di musim perdananya bagi LIverpool, ditambah 25 gol di tahun berikutnya. Penampilan memukau ini berhasil membawa Liverpool tiga kali juara Eropa pada 1978, 1981, dan 1984.

Pada 1983 ia berada di peringkat kedua dibawah Michel Platini.