David Luiz dan Shkodran Mustafi Menuai Kecaman Penggemar

Martin Keown percaya bahwa akan butuh banyak usaha untuk bisa menyelesaikan masalah di barisan pertahanan Arsenal yang dikawal David Luiz dan Shkodran Mustafi untuk bisa mengangkat performa mereka musim depan.

Kedua pemain ini seringkali membuat banyak kesalahan yang membuat timnya kalah dengan rekor kebobolan 41 gol dari 32 pertandingan liga musim ini. Kecaman penggemar dan pengamat bola terus bergulir, salah satunya legenda hidup Arsenal, Martin Keown.

Akhir musim kian dekat, dan bursa transfer bisa menjadi salah satu solusi cepat untuk memperbaiki kelemahan tim. Apalagi dalam pandemi virus corona ini harga pemain banyak dipotong, banyak klub bisa merombak timnya untuk persiapan musim depan.

David Luiz, yang bergabung dari rival Chelsea pada 2019 lalu, seharusnya akan berakhir kontraknya musim panas ini. Walaupun begitu, Arsenal baru saja memperpanjang kontraknya, dan penggemar mulai naik darah mempertanyakan keputusan klub. Pemain lain seperti Mustafi, Rob Holding, dan Sokratis Papastathopoulos adalah pemain tengah lainnya yang punya potensi untuk pindah klub akhir musim ini.

Pembelian David Luiz sendiri dipertanyakan, walaupun dibeli dengan harga murah £8 juta dan gaji £5 juta per musim di usia ke 32 tahun lalu. Sekarang di usia 33 tahun ini bernilai €12 juta, tetapi performa yang ditunjukkan menurut Keown sulit bisa diharapkan solid saat menggunakan formasi Arteta dengan empat bek bertahan. Saat Chelsea juara Liga Inggris pada musim 2016/2017 yang lalu, ia ditempatkan sebagai gelandang jangkar dan salah satu pemain dari tiga bek bertahan. Tentunya di sini tidak diperlukan disiplin tinggi, di mana David Luiz memang kurang baik dalam hal ini.

Melihat pemain lain, Rob Holding sedang cedera, mungkin memberikan kesempatan semusim lagi kepadanya bukan sebuah keputusan buruk. Sokratis Papastathopoulos juga bisa mendapatkan hak yang serupa. Namun, nama lainnya yang mendapat kecaman penggemar adalah Shkodran Mustafi.

Martin Keown berpendapat Mustafi tidak memiliki kualitas di tingkat yang dibutuhkan Arsenal. Ia dibeli seharga €41 juta dan nilainya kini turun jauh ke €12 juta menunjukkan keputusan bisnis yang salah dari Arsenal untuk membelinya dari Valencia.

Mustafi memang terlihat kewalahan untuk menunjukkan performa yang dibutuhkan sejak bergabung bersama Arsenal pada 2016 lalu. Ia banyak kehilangan konsentrasi dan terlalu mudah dilewati penyerang lawan. Apalagi ada banyak kesalahan yang dilakukan baik itu dari komunikasi dengan Petr Cech ataupun pasangan bek lainnya yang di mana kecerobohan ini membuat timnya kebobolan.

Baik Mustafi ataupun Luiz sama-sama memiliki karakter permainan yang sama bertipe perusak dengan fisik prima. Walaupun David Luiz sendiri sudah termakan usia dan kecepatan yang diperagakan di Chelsea sudah mulai redup. Dan sekali lagi, saat dua bek dengan tipe permainan perusak disandingkan, disiplin barisan pertahanan sangat minim. Seharusnya tetap ada satu bek yang menjaga kedalaman untuk mengimbangi David Luiz, seperti peran John Terry di Chelsea.

Potensi untuk musim depan sangat terbuka dengan dibelinya William Saliba musim lalu. Pemain berusia 19 tahun ini dibeli seharga £27 juta. Dan anehnya ia dipinjamkan kembali ke Saint-Etienne. Jika saja mereka bisa memegang sang pemain di musim ini, perjalanan Arsenal bisa berbeda. Di mana sekarang mereka tertatih-tatih di posisi 7 klasemen Liga Inggris, yang baru naik setelah membantai Norwich 4-0.

Mikel Arteta harus bisa meningkatkan kepercayaan diri kedua pemain untuk bisa mengangkat performa Arsenal sampai akhir musim agar bisa mengejar Chelsea yang duduk di zona Liga Champions dengan selisih 8 poin. Tampaknya kontrak baru yang diterima Luiz mampu memberikan dampak, namun tantangan sebenarnya akan hadir saat mereka harus tandang ke Wolves akhir pekan ini.