Bisakah Marcus Rashford Meraih Ballon d’Or Di Masa Depan

Nama pemain: Marcus Rashford
Klub dibela: Manchester United
Umur: 22 tahun
Tinggi/berat: 180 cm/70 kg
Posisi: Penyerang tengah

Melihat performa Marcus Rashford musim ini, ia bisa saja memenangkan gelar Ballon d’Or di masa depan dan menjadi sehebat Kylian Mbappe. Namun seperti apa peluang yang dimilikinya?

Striker Manchester United tersebut memang sudah mulai masuk tim utama sejak masih berusia 18 tahun. Di bawah Van Gaal pada 2016 lalu ia berhasil menunjukkan potensinya dengan mencetak dua gol dalam laga debutnya bagi Setan Merah melawan Midtjylland di Liga Eropa.

Dalam penampilan pertamanya di Liga Premier Inggris pun, Rashford berhasil memborong dua gol lagi dalam kemenangan 3-2 atas Arsenal dan sejak saat itu ia menjadi pemain utama dari Manchester United, sekaligus dipanggil tim nasional berturut-turut.

Musim ini, ia sedang berada di puncak performa dengan berhasil menggaet total 13 gol ditambah 9 assist sebelum diterpa cedera pada Januari lalu.

Banyak yang tidak terkejut dengan performa pemain berusia 22 tahun tersebut dan mendukung penuh pemain utama Manchester United itu untuk bisa merangkul gelar Ballon d’Or di masa yang akan datang.

Gaya Bermain

Sebagai seorang striker muda, ia memiliki kemampuan fisik prima. Mirip seperti Fernando Torres saat masih membela Liverpool, Rashford diberkati dengan kecepatan dan fisik kuat untuk duel bola di belakang barisan pertahanan lawan. Dengan gaya permainan ini, bek lawan haruslah memposisikan diri lebih dalam, jika tidak ingin kalah duel lewat umpan terobosan dari pemain tengah Manchester United.

Dengan ancaman seperti ini, berarti Manchester United bisa memiliki dua potensi dalam melakukan penyerangan. Selain umpan terobosan yang mengandalkan serangan balik, Manchester United juga bisa secara perlahan menguasai bola dan memancing dua bek sayap untuk melakukan overlap ke depan demi menambah pemain untuk membongkar pertahanan tim lawan. Kombinasi kecepatan dan kekuatan sebagai seorang striker modern memang semakin banyak terlihat baru-baru ini.

Di mana di formasi 4-4-2, ada komposisi dua penyerang dengan fungsi Target Man dan Second Striker. Namun di sepakbola modern di mana formasi banyak menggunakan penyerang tunggal, striker dituntut untuk serba bisa, dan Rashford adalah salah satu dari mereka.

Potensi Rashford

Sudah bermain sebagai pemain utama sejak berusia 18 tahun, sejatinya ia memiliki banyak pengalaman penting yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhannya sebagai seorang pemain bintang. Dalam hal kematangan sebagai seorang pemain, ia sudah menunjukkan konsistensi dan kemampuannya untuk berperan dalam pertandingan-pertandingan besar. Terlebih ia memiliki kecepatan dan kemampuan fisik yang sangat baik.

Ruang yang bisa ia tingkatkan dalam beberapa tahun ke depan sudah pasti dalam hal teknik dan mental pesepakbola. Pergerakan tanpa bola harus bisa diasah lebih lanjut. Namun hal ini tampaknya akan sulit dengan kemungkinan pindahnya Paul Pogba musim depan, pengganti sang pemain untuk memberikan umpan terobosan bagi Rashford masih belum ada.

Operan pendek masih menjadi momok banyak penyerang, tidak terkecuali Rashford. Bagaimana ia bisa membuat keputusan terbaik dalam tekanan dan membantu pemain tengah untuk menciptakan peluang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang striker modern.

Kylian Mbappe

Jika dibandingkan dengan Kylian Mbappe, sang pemain satu tahun lebih tua. Dan Mbappe sendiri sudah berhasil meraih empat gelar liga dan satu gelar juara Piala Dunia. Mbappe berhasil mencetak 90 gol dari 120 pertandingan di Liga 1.

Tentunya ia menjadi pesaing terberat Rashford dalam gelaran Ballon d’Or. Terlebih melihat ambisinya untuk pindah dari PSG, dengan ketertarikan sudah terlihat baik dari Real Madrid ataupun Liverpool musim depan.