Berbatov: Malas Atau Cerdas

Dimitar Berbatov seringkali dipandang sebagai pemalas selama ia bermain di tanah Inggris. Namun, apakah Anda tahu bahwa semua ini adalah bagian dari strategi sang penyerang. Mantan pemain Tottenham dan Manchester United tersebut sebenarnya memperlihatkan gaya bermain yang bisa mengelabuhi tingkat keamanan dari setiap pemain lawan.

Dengan total 94 gol dari 229 laga Liga Premier Inggris, kita bisa melihat fakta akan ketajaman Berbatov di lapangan tidak bisa terbantahkan lagi. Salah satu mantan rekannya, Jermaine Jenas menyebutkan bahwa striker Bulgaria tersebut sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya. Mereka bermain bersama di Bayer Leverkusen, Tottenham dan Manchester United.

Disebut-sebut, Berba dikenal memiliki kemampuan teknis dan ketenangan mental yang baik. Gaya permainan inilah yang seringkali menjadi asal muasal pengamat bola beropini bahwa ia tidak bekerja keras di lapangan. Namun, tidak sampai di situ saja, ada beberapa kelebihan menonjol yang ditunjukkan Berba selama bermain di Liga Inggris, berikut ulasannya.

Visi Lapangan

Setiap pemain bola memiliki gaya permainan yang berbeda-beda. Untuk Berba sendiri, walaupun ia tidak banyak menyentuh bola, di mana seringkali menjadi risiko pemain depan, ia tetap mampu melihat alur permainan dan menempatkan posisi yang paling cocok. Termasuk dalam hal pencarian ruang di antara bek lawan. Saat bola sampai ke kakinya pun, ia menjadi lebih bebas dan ini menjadi salah satu kelebihannya.

Dengan begitu, ia memiliki ruang dan waktu lebih banyak untuk melakukan keputusan dengan bola di kakinya. Di sinilah ketenangan yang ia miliki berasal. Penempatan posisi dan penggunaan pemain satu tim dengan baik, bisa menanggulangi kekurangannya dalam hal kecepatan. Ya, Berbatov tidak memiliki kecepatan lari seperti pemain lainnya, sehingga gaya permainan seperti ini paling cocok untuk dirinya.

Kerja sama Tim

Apalagi ia dikenal memiliki teknik di atas rata-rata. Sehingga walaupun tidak memiliki kecepatan untuk melewati pemain bertahan lawan, ia tetap bisa mengoper bola dengan akurat, ataupun langsung menendang ke gawang untuk mencetak gol. Pemanfaatan rekan setimnya dikenal sangat baik, terutama dalam hal operan bola dengan menggunakan sentuhan satu kali saja.

Banyak penonton bola seringkali menyalahartikan gaya permainannya sebagai pemain yang malas. Padahal sesungguhnya ia memainkan peran Trequartista atau penyerang lubang dalam sepak bola modern. Apalagi, gaya permainannya ini berhasil membawa klub yang dibelanya meraih berbagai trofi dalam banyak kompetisi domestik dan internasional.

Final Liga Champions

Ada momen menarik saat ia disorot bermuka masam di tribun penonton dan ditertawakan Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United saat itu dalam laga Final Liga Champions 2011 melawan Barcelona.

Pada saat itu, Barcelona sedang berada di puncak permainan dengan tiki taka mereka, sehingga Sir Alex menerapkan strategi perebutan bola bertempo tinggi di lapangan tengah. Giggs, Rooney sampai Ji Sung Park tidak pernah berhenti berlari dalam laga tersebut. Dan patut dipahami jika ia tidak dimasukkan bahkan di 7 nama pemain cadangan untuk laga Final itu.

Pada akhirnya Manchester United harus menerima kekalahan walaupun berhasil mencetak satu gol balasan lewat Rooney di babak pertama yang berakhir 1-1. Barcelona berhasil memperlebar jarak dengan dua gol tambahan yang akhirnya merengkuhkan gelar juara Liga Champions kepada tim asal Spanyol tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, gaya permainan Dimitar Berbatov cukup unik dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Walaupun begitu, hasil positif dengan rerata gol 0,41 dalam setiap laga Liga Premier Inggris sudah cukup menjadikannya striker cerdas yang berhasil memanfaatkan kelebihan dan menutupi kekurangannya dalam salah satu olahraga paling populer di dunia ini.