Apa Perbedaan Pelatih Kepala Dengan Manajer Di Sepak bola?

Sebagai penggemar berat sepak bola pasti tentunya kita familier dengan manajer sepak bola seperti Jose Mourinho, Josep Guardiola, Ole Gunnar Solskjaer, dan Jurgen Klop.

Perbedaan Versi Sepak bola Inggris

Para manajer sepak bola ternama tersebut kesemuanya berasal dari Liga Primer Inggris. Di Inggris jabatan manajer disatukan dengan jabatan pelatih dan itu berarti seorang pelatih di sana harus merangkap dua jabatan sekaligus. Jadi, dia yang bertugas memberikan porsi latihan, meracik taktik dan strategi permainan, memberikan instruksi di lapangan.

Selain bertugas untuk masalah teknik dia juga bertanggung jawab mengatur administrasi dan persiapan kesebelasan di luar lapangan seperti : transfer pemain, mengatur semua fasilitas tim yang diperlukan, merencanakan jadwal pertandingan, sampai hal-hal kecil seperti mengatur makanan yang cocok buat pemain, jadwal tidur pemain, dan mengatur tinggi rumput lapangan yang harus di potong.

Perbedaan Versi Sepak bola Eropa

Di saat Inggris memiliki manajer yang juga adalah pelatih kepala, sepak bola Eropa lainnya seperti Spanyol, Italia, atau Jerman biasanya tidak memiliki istilah manajer, tetapi mereka memang memiliki pelatih kepala yang biasa didukung oleh posisi seperti direktur sepak bola atau direktur teknik.

Direktur sepak bola membuat peran manajer menjadi lebih kecil dan biasanya berkaitan dengan penampilan kesebelasan di atas lapangan, sehingga mereka pada akhirnya lebih cocok disebut sebagai pelatih kepala.

Direktur sepak bola sendiri memiliki tugas sebagai media komunikasi pihak manajemen dan tim kepelatihan. Ia menjadi jembatan antara keduanya, terutama soal pembelian dan penjualan pemain.

Perbedaan Versi Sepak bola Indonesia

Sedangkan di Indonesia, jika pengertian manajer dan pelatih kepala hanya dipersempit pada dandanan mereka, maka sepertinya hampir tidak ada sosok manajer di Indonesia. Pada kenyataannya, fungsi pelatih kepala dan manajer ibarat dua sisi koin jika kita melihat sepak bola Indonesia.

Biasanya ada dua sosok yang berbeda untuk masing-masing jabatan ini. Hal yang kadang membuat jerah adalah jabatan manajer yang biasa diisi tokoh publik, baik itu politisi, pejabat daerah, maupun seorang pemuka agama. Mereka biasanya ikut mendanai kegiatan operasional kesebelasan.

Peran yang tidak jelas antara manajer dan pelatih kepala, khususnya di Indonesia, mengakibatkan tumpang tindih jabatan antara seorang pelatih kepala dan manajer sehingga bisa menimbulkan persepsi adanya kelas di antara keduanya. Padahal seharusnya pelatih kepala dan manajer adalah suatu kesatuan.

Jadi, apakah definisi manajer dan pelatih kepala ini penting? Khusus untuk Indonesia, sejujurnya perbedaan ini sangat penting dan harus dijelaskan sejelas-jelasnya, karena jika terus “mengambang”, akan ada potensi penyalahgunaan jabatan, meskipun sesederhana orang yang semestinya tidak ada di bangku cadangan, tetapi ada di bangku cadangan, dan bahkan berpengaruh besar kepada taktik kesebelasan.

Sebaliknya, kesuksesan pelatih kepala juga hadir karena dukungan dari manajer, yang juga didukung oleh CEO, pemilik kesebelasan, sampai suporter.