Aguero: Rahasia Pencetak Gol Terbanyak Manchester City

Sergio Aguero membuka rahasianya bagaimana ia bisa mencetak banyak gol selama ini, yaitu dengan meninggalkan makanan barbeku. Penyerang timnas Argentina ini berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Manchester City dengan 254 gol dari 368 pertandingan. Tak bisa dipungkiri lagi cara ini berhasil menjadikannya legenda hidup Manchester City dan berikut ulasan lengkapnya.

Masalah Diet

Walaupun begitu, sang pemain bukan berarti tidak mengalami pasang surut dalam karier sepak bolanya. Pemain 31 tahun ini pernah pusing di lapangan setelah memakan barbeku dan steaks berturut-turut selama 2013 sampai 2016.

Aguero datang ke Etihad dari Atletico Madrid dengan nilai transfer £38 juta, sekitar 9 tahun yang lalu dan pernah bermasalah dengan diet dan bobot badannya selama 3 tahun di kota Manchester.

Kota Manchester terkenal dengan diet daging sapi yang banyak tersedia di sana, di mana sekaligus merupakan makanan pokok bagi masyarakat Argentina. Namun, setelah meninggalkan jenis makanan ini dan pindah ke ayam dan nasi, bobot sang pemain turun sebesar 1,5 kg dan berasa seperti menjadi pemain yang terlahir kembali.

Solusi Diet

Sampai ia berdiskusi dengan dokter. Dokter menanyakan apa makanan sehari-hari, apakah ada banyak mengonsumsi daging, sampai menyarankan sang pemain untuk membatasi daging merah satu kali dalam seminggu.

Setelah diterapkan, terutama saat lapar, Aguero akan mengombinasikan nasi dan ayam. Sampai sekarang Aguero menjadi sangat suka dengan nasi. Dengan diet barunya, ia bisa mendapatkan bobot badan yang lebih ringan, dan dalam sepak bola hal ini sangatlah penting.

Gaya Permainan

Bobot badan sangat berpengaruh dalam gaya permainan Aguero di mana mirip dengan Messi dan Maradona sendiri. Giringan bola cepat dengan kekuatan fisik prima menjadi ciri khas dari penyerang Argentina tersebut. Dengan postur hanya 1,73 m jelas gaya permainan seperti ini yang bisa diandalkan sang pemain untuk bisa mendominasi sepertiga lapangan lawan.

Tak ayal, dengan bakat fisik mumpuni seperti ini ia bisa menjadi pemain utama Independiente sejak berumur 15 tahun sebelum diboyong Atletico Madrid pada umur 18 tahun.

Kedatangan Guardiola

Pep Guardiola bergabung ke Etihad pada 2016 dan masa depan Aguero di Man City menjadi sulit setelah banyak laporan yang menyebutkan pelatih asal Spanyol tersebut merasa Aguero tidak cocok dengan gaya permainan timnya atau bahkan secara fisik tidak lagi cukup baik seperti yang dibutuhkan Guardiola. Saat ia datang, ada banyak pemain yang sudah tua dan reformasi pemain harus segera dilakukan.

Pizza mulai dilarang untuk dikonsumsi saat latihan agar pemain utama Man City bisa segera mencapai tingkat kebugaran yang dibutuhkan Pep untuk menerapkan gaya tekanan terhadap pemain bertahan lawan. Beberapa pemain yang berkelebihan bobot, diarahkan ke gym sampai mencapai bobot yang ideal.

Aguero salah satu dari mereka, dan rezim latihan dari Pep membantu menurunkan bobot badan dari sang pemain. Jika kita memperhatikan bobot Aguero di tahun tersebut, di mana ada di kisaran 81 sampai 81,3 kg. Normalnya ia berada di 79,5 sampai 80 kg. Bahkan jika dibandingkan saat ia membela Atletico Madrid, ia hanya memiliki bobot 77 kg. Di mana pada saat itu adalah masa keemasan fisik Aguero yang berhasil mengantongi debut bagi Argentina di usia 18 tahun.

Legenda hidup Manchester City tersebut belum pernah menapakkan kakinya di lapangan hijau lagi sejak COVID-19 merebak. Namun, menyebutkan klub secara tegas terus memantau kebugaran pemain dan makanan yang dikonsumsi, termasuk dirinya.