Agen Pesepak bola Dunia Paling Sukses

Jorge Mendes adalah seorang agen pesepak bola. Namun, Mendes bukan sembarang agen. Bersama perusahaan agensinya, Gestifute, ia menangani lebih dari 100 kontrak pesepak bola di dunia. Dengan kemampuannya sebagai ahli negosiasi, tak hanya Ronaldo yang dihargai setinggi langit, sejumlah pemain pun berhasil dilego dengan harga yang cukup fantastis. Mendes adalah seorang super agen.

Namun, jalan terjal dilalui Mendes di awal kariernya. Semua yang ia raih saat ini adalah buah manis dari kegigihannya dalam 20 tahun perjalanan panjang.

Awal Karier Jorge Mendes

Awalnya Mendes tak menyangka ia akan menjadi seorang agen pesepak bola. Saat masih berusia belia, ia seperti bocah kebanyakan, bercita-cita menjadi pesepakbola profesional. Saat berusia 8 tahun, ia menjadi pemain muda tim perusahaan petrogal, tempat kerja ayahnya.

Kariernya sebagai pemain pro bermula saat ia berusia 20 tahun, di klub divisi ketiga Portugal, SC Vianense. Namun, di saat bersamaan, ia menjalani kehidupan sebagai pekerja di sebuah perusahaan resin pohon milik kakaknya. Pada usia 30, Mendes menyerah menggapai mimpi menjadi seorang pesepakbola. Ia memutuskan gantung sepatu karena sadar tak memiliki potensi untuk bermain di level yang lebih tinggi.

Tak lagi bermain sepak bola, Mendes menjadi pemilik kelab malam di Caminha. Kesempatan menjadi agen pemain didapatnya di sana. Di kelabnya ia bertemu dengan Nuno Espirito Santos saat itu penjaga gawang Vitoria Guimaraes pada 1996. Nuno, yang saat itu tidak memiliki agen dan kontraknya bersama Guimaraes akan segera berakhir, sangat ingin bergabung dengan FC Porto. Namun, karena Mendes merasa Nuno tak memiliki kualitas untuk bermain di Porto, Mendes menyarankan Nuno lebih dahulu bermain di klub lain.

Mendes kemudian menawari Nuno bermain di Deportivo La Coruna yang kebetulan sedang mencari penjaga gawang. Nuno menerima tawaran tersebut. Nuno pun kemudian hijrah ke Deportivo dengan status bebas transfer. Ini adalah transaksi pertama Mendes sebagai agen.

Saat itu Mendes tak mendapat keuntungan. Justru sebaliknya, Mendes rela membayar biaya penerbangan Nuno ke Deportivo dan segala kebutuhan sang penjaga gawang hingga Nuno menerima bayaran pertamanya. Dalam kesepakatan ini, Mendes memang sedang mencoba menjalin hubungan dengan klub-klub di luar Portugal. Setelah transfer Nuno berhasil, Mendes mulai mendirikan perusahaan agensi pemain bernama Gestifute. Dengan kelihaian Mendes dalam menjalin kerja sama dengan klub, Gestifute mampu berkembang pesat.

Reputasi Jorge Mendes sebagai agen pemain semakin meningkat dari tahun ke tahun. Awal kesuksesan transfer besar Mendes terjadi ketika Hugo Viana direkrut Newcastle United dari Sporting Lisbon dengan nilai transfer 12 juta Euro. Transfer ini menjadi pijakan Mendes untuk beraksi di sepak bola Inggris.

Membangun Dominasi Agensi Pesepakbola Portugal

Dari sekian bayak kliennya di Gestifute, mayoritas merupakan pemain asal Portugal atau pemain yang berkarier di liga Portugal. Mendes mendapat pemain muda potensial Portugal dengan secara rutin menghadiri turnamen sepak bola antar sekolah dan pertandingan-pertandingan level akademi.

Tak hanya scouting, Mendes pun mempererat hubungan dengan sekolah-sekolah sepak bola tersebut. Karena itu, bila muncul pemain berpotensi, Gestifute merupakan agensi pertama yang dihubungi sekolah sepak bola yang bersangkutan. Maka tak heran, Gestifute berhasil mendapatkan pemain berpotensi sejak usia dini seperti Cristiano Ronaldo, Hugo Viana, Tiago Mendes, Deco, Simao Sabrosa, dan masih banyak lagi.

Hal ini tak dilakukan Superfute, perusahaan agensi yang menjadi rival Gestifute saat itu. Superfute biasanya hanya mendekati pemain yang sudah matang yang bernaung dengan perusahaan yang lebih kecil. Para pemain di bawah agensi Superfute adalah pemain sekelas Sergio Conceicao, Luis Figo, Joao Pinto, Zlatko Zahovic, Mario Jardel, dan pemain lain yang lebih populer.

Namun, Jorge Mendes pun melakukan yang sama. Mereka pun mendekati pemain-pemain yang dinilai memiliki nilai jual tinggi. Termasuk pemain-pemain di bawah agensi Superfute. Bahkan Mendes sampai terlibat perkelahian dengan Jose Veiga, agen dari Superfute. Insiden ini terjadi karena Mendes kedapatan sedang merayu Luis Figo untuk bergabung dengan Gestifute.

Meski Mendes gagal mendapatkan Figo, Mendes ternyata telah berhasil membujuk beberapa pemain di bawah agensi Superfute untuk bergabung dengan Gestifute. Di antaranya adalah Ricardo Carvalho dan Ricardo Quaresma.