7 Para Pemain Muda Berbakat di Level Internasional

Dengan diadakannya pertandingan Internasional di pertengahan September lalu, ada banyak kesempatan bagi pemain muda berbakat di Eropa untuk bersinar bersama tim nasional mereka. Dalam jeda tersebut, kualifikasi Euro 2020 diadakan bagi timnas di Eropa. Ada beberapa nama besar yang muncul untuk kita prediksi performa mereka, dan potensi ke depannya.

Nama pemain muda ini dimulai dari pemain Inggris Jadon Sancho, sampai pemain Jerman Kai Havertz. Dan berikut 7 nama pemain muda berbakat di level internasional menurut MaskotBola.

Kai Havertz di timnas Jerman

Selayaknya pemain muda terbaik yang dimiliki Jerman saat ini, Kai Havertz bermain untuk Bayer Leverkusen. Walaupun begitu kelihatannya ia tidak akan bertahan lama di klub tersebut setelah menjadi incaran banyak klub papan atas eropa, termasuk raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Namun, dalam laga persahabatan antara Jerman melawan Belanda dan Irlandia Utara di awal bulan ini, performa yang ditunjukkannya angin-anginan setelah hanya bermain sebagai pemain pengganti di kedua pertandingan tersebut. Total ia hanya bermain 51 menit dalam dua pertandingan.

Walaupun begitu, Kai Havertz berulang kali disebut-sebut sebagai penerus Mesut Ozil di timnas Jerman. Bermain di posisi yang sama, walaupun ada perbedaan karakteristik antara keduanya. Di mana Kai Havertz cenderung memiliki fisik yang lebih kuat dengan tinggi 188 cm. Selain itu, jika kita bandingkan, Ozil hanya mampu mencetak 5 gol bagi Arsenal di Liga Premier Inggris, sedangkan Havertz berhasil mencetak 17 gol dalam 33 pertandingan dari posisi yang sama.

Havertz merupakan salah satu pemain bintang dari sederet pemain muda Jerman lainnya yang lahir dari akademi klub-klub papan atas Bundesliga. Tim dari Inggris pun tidak ketinggalan untuk menawarkan kontrak, mulai dari Arsenal, Liverpool, Chelsea, sampai duo Manchester.

Jadon Sancho di timnas Inggris

Pemain nasional Inggris yang sekarang bermain di Bundesliga ini mulai menjadi pemain reguler di skuad Gareth Southgate. Setelah pindah dari Man City ke Borussia Dortmund, Sancho semakin matang menggantikan peran Pulisic yang pindah ke Chelsea dua tahun yang lalu. Ia kini bernilai 100 juta Euro dilansir Transfermarkt.

Ia mengawali debutnya pada Oktober tahun lalu saat berhadapan dengan Kroasia sebagai pemain pengganti. Berbeda dengan Havertz, performanya saat melawan Kosovo pada tanggal 10 bulan ini, ia berhasil mencetak 2 gol sedangkan menjadi pemain pengganti di pertandingan melawan Bulgaria.

Jonathan Ikone di timnas Prancis

Lahir di daerah perdesaan seperti Kylian Mbappe, ada cukup banyak harapan yang ada di pundaknya untuk mengikuti jejak Mbappe di timnas Prancis. Jonathan Ikone merupakan pemain muda Lille yang berhasil menciptakan 9 assist dan 3 gol dalam 40 pertandingan klubnya.

Ikone dipanggil oleh Didier Deschamps untuk menggantikan Kylian Mbappe yang sedang cedera untuk melawan Albania dan Andorra dalam lanjutan kualifikasi Euro 2020. Ia berhasil mencetak gol ke gawang Albania sebagai pemain pengganti. Karena itu ia diberikan kepercayaan untuk memulai penampilannya dari menit awal saat melawan Andorra sebelum akhirnya ditarik keluar di menit 63.

Donyell Malen di timnas Belanda

Setelah belajar di akademi Arsenal dan Ajax di masa mudanya, tidak aneh rasanya ia bisa muncul sebagai salah satu wonderkid bagi timnas Belanda.

Sejak umurnya di 20 tahun, ia sudah dipanggil ke timnas senior oleh Ronald Koeman. Bersama PSV Eindhoven ia berhasil mencetak 10 gol dan 4 assist dalam 6 starter dan 25 pengganti di musim lalu.

Donyell Malen memiliki karakteristik seperti Thierry Henry, dengan kecepatan yang dimilikinya dan kemampuan menggiring bola yang apik. Dalam generasi Belanda yang baru, dipastikan Donyell Malen akan memainkan peran penting, bersama pemain muda lainnya seperti Frenkie De Jong dan Matthijs de Ligt.

Federico Chiesa di timnas Italia

Ketika Juventus dan Inter Milan sama-sama bersaing memperebutkan satu pemain, kamu tahu jika pemain tersebut memiliki potensi emas. Federico Chiesa sudah membela Italia sebanyak 13 kali di umurnya ke 21.

Konsistensinya ditantang saat berhadapan dengan Armenia dan Finlandia tengah bulan September. Performanya cukup solid setelah berhasil memenangkan timnya di kedua pertandingan tersebut.

Mikel Oyarzabal di timnas Spanyol

Pelatih Spanyol Robert Moreno memanggil Mikel Oyarzabal ke dalam skuad senior demi rencana peremajaan skuadnya. Dan ada sekitar 3 tahun sejak dia dipanggil ke timnas, waktu itu ia masih berumur 19 tahun.

Pemain Real Sociedad ini berhasil mencetak 13 gol musim lalu, dan menarik minat dari Barcelona dan Man City di jendela bursa transfer musim panas lalu.

Martin Odegaard di timnas Norwegia

Pernah menjadi pemain yang paling potensial di Eropa, sejak bergabung bersama Real Madrid di usianya yang masih 16 tahun. Namun sekarang di usianya ke 20, ia masih belum tampak solid untuk dapat memperkuat tim utama Real madrid, sehingga ia dipinjamkan ke Real Sociedad musim ini.

Ia sudah berhasil menciptakan 18 penampilan bagi Norwegia dan performanya melawan Romania dan Kepulauan Faroe, ia tampil dalam 180 menit di dua pertandingan tersebut. Dan berhasil mencetak 1 gol ke gawang tim Romania.